Ribuan Wisatawan Padati Kepulauan Seribu Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Ribuan Wisatawan Padati Kepulauan Seribu Libur Kenaikan

Jakarta - Ribuan wisatawan memadati sejumlah destinasi wisata di Kepulauan Seribu selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis, 14 Mei 2026. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kabupaten Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, mengungkapkan bahwa total 6.252 wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, tercatat mengunjungi kawasan tersebut melalui beberapa pintu keberangkatan utama.

Distribusi Wisatawan Melalui Tiga Dermaga

Berdasarkan data Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, wisatawan berangkat melalui tiga dermaga utama. Dermaga Muara Angke menjadi yang tersibuk dengan 3.712 penumpang, disusul Dermaga Baywalk dengan 1.594 penumpang, dan Dermaga Tanjung Pasir sebanyak 946 penumpang. Sonti menjelaskan bahwa libur panjang ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati destinasi wisata yang dekat dan mudah dijangkau dari daratan Jakarta.

Mengapa Kepulauan Seribu Menjadi Pilihan Utama?

Menurut Sonti, Kepulauan Seribu tetap menjadi pilihan favorit wisatawan karena jaraknya yang dekat dengan Jakarta serta keindahan alam yang ditawarkan. "Dengan jarak yang dekat, Kepulauan Seribu masih menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati momen libur panjang," ujarnya. Wilayah ini terkenal dengan pantainya yang indah, kehidupan bawah laut yang memukau, flora dan fauna yang beragam, serta kuliner khas yang menggugah selera.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prediksi Peningkatan Kunjungan Hingga Akhir Pekan

Sonti menambahkan bahwa jumlah kunjungan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga akhir pekan seiring masih berlangsungnya libur panjang. "Kunjungan ini akan terus bertambah hingga akhir pekan nanti," kata dia. Akses yang mudah menuju Kepulauan Seribu juga menjadi faktor pendorong tingginya minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Membludaknya wisatawan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Para pelaku usaha seperti penyedia jasa transportasi laut, penginapan, dan pedagang makanan merasakan peningkatan pendapatan selama periode libur ini. Pemerintah setempat berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga