9 Mata Uang Lebih Kuat dari Dolar AS, Rupiah Terus Melemah
9 Mata Uang Lebih Kuat dari Dolar AS, Rupiah Terus Melemah

Dolar Amerika Serikat (AS) sering dijadikan acuan nilai tukar mata uang negara lain, termasuk rupiah Indonesia. Saat ini, rupiah sedang tertekan dengan nilai tukar yang terus melemah terhadap dolar AS. Pada Selasa, 19 Mei 2026, nilai tukar dolar AS tercatat sebesar Rp 17.730.

Mata Uang yang Lebih Kuat dari Dolar AS

Meskipun dolar AS dominan, ternyata ada sembilan mata uang yang memiliki nilai tukar lebih tinggi dibandingkan dolar AS. Sebagian besar mata uang kuat tersebut berasal dari negara-negara Timur Tengah dan Eropa. Berikut adalah daftar mata uang tersebut:

  • Dinar Kuwait (KWD): 1 KWD = 3,30 USD
  • Dinar Bahrain (BHD): 1 BHD = 2,65 USD
  • Rial Oman (OMR): 1 OMR = 2,60 USD
  • Dinar Yordania (JOD): 1 JOD = 1,41 USD
  • Poundsterling Inggris (GBP): 1 GBP = 1,38 USD
  • Dolar Kepulauan Cayman (KYD): 1 KYD = 1,20 USD
  • Euro (EUR): 1 EUR = 1,18 USD
  • Franc Swiss (CHF): 1 CHF = 1,09 USD
  • Dolar Brunei (BND): 1 BND = 0,74 USD (terhadap dolar AS, namun BND lebih kuat dari rupiah)

Faktor Penyebab Penguatan Mata Uang

Mata uang-mata uang tersebut menguat karena beberapa faktor, seperti stabilitas ekonomi, cadangan devisa yang besar, dan kebijakan moneter yang ketat. Negara-negara Timur Tengah, misalnya, memiliki cadangan minyak yang melimpah sehingga mendukung nilai tukar mata uang mereka. Sementara itu, negara-negara Eropa seperti Inggris dan Swiss memiliki perekonomian yang kuat dan sistem keuangan yang stabil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berdampak pada berbagai sektor, terutama impor dan utang luar negeri. Harga barang impor menjadi lebih mahal, sehingga berpotensi meningkatkan inflasi. Di sisi lain, eksportir bisa mendapatkan keuntungan karena harga barang ekspor menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter yang akomodatif. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan bijak dalam mengelola keuangan di tengah fluktuasi nilai tukar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga