KPKP DKI Jakarta Tegaskan Pengawasan Ketat dalam Pemusnahan Ikan Sapu-sapu
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, memberikan jaminan bahwa tidak akan terjadi penyelewengan terhadap ikan sapu-sapu yang telah berhasil ditangkap di wilayah ibu kota. Seluruh hasil tangkapan langsung dikubur oleh petugas yang bertugas, dengan pengawasan yang sangat ketat dari tim DKPKP setempat.
"Tidak ada penyalahgunaan karena semuanya langsung dikubur dan diawasi oleh tim DKPKP wilayah," tegas Hasudungan dalam keterangannya pada Minggu (19/4/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemusnahan ikan invasif tersebut.
Operasi Pemberantasan Ikan Sapu-sapu Dilakukan Secara Bertahap
Hasudungan menjelaskan bahwa operasi pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis. Pada tahap jangka pendek, petugas telah melaksanakan operasi penangkapan secara masif dan serentak, yang baru saja digelar pada Jumat (17/4) di lima wilayah Jakarta. Hasilnya, hampir 7 ton ikan sapu-sapu berhasil diamankan.
Untuk tahapan jangka menengah, rencananya akan dilakukan penangkapan secara rutin, disertai dengan operasi pembersihan sungai-sungai di Jakarta. Sementara itu, pada tahap jangka panjang, pemerintah akan melibatkan akademisi untuk mencari teknologi yang tepat guna mengendalikan populasi ikan sapu-sapu secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu Berhasil Dimusnahkan
Berdasarkan data yang dihimpun oleh KPKP DKI Jakarta, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton. Sebanyak 68 ribu ekor tersebut ditangkap di lima wilayah DKI Jakarta, dengan konsentrasi tertinggi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Operasi penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu, yang diketahui dapat merusak ekosistem perairan. Ke depannya, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Jakarta.
Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-sapu dan Komitmen Gubernur
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah menembus lebih dari 60 persen. Ia menekankan bahwa ikan ini berbahaya jika dikonsumsi, karena kandungan residu dalam tubuhnya tergolong tinggi. Oleh karena itu, pemusnahan yang diawasi ketat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Dengan langkah-langkah ini, KPKP DKI Jakarta berharap dapat mengurangi dampak negatif dari ikan sapu-sapu sekaligus memastikan bahwa proses pemusnahannya berjalan sesuai prosedur, tanpa adanya penyimpangan yang dapat merugikan publik.



