Robert Downey Jr. Kritik Budaya Popularitas Instan di Media Sosial
Robert Downey Jr. Kritik Budaya Popularitas Instan di Medsos

KOMPAS.com - Meskipun memiliki lebih dari 57 juta pengikut di Instagram, Robert Downey Jr. mengaku tidak ingin tenggelam dalam kehidupan digital dan budaya popularitas instan di media sosial. Dalam podcast Conversations for our Daughters, Downey menyoroti fenomena influencer yang menurutnya kini bisa meraih ketenaran hanya dengan bermodalkan kamera ponsel dan perhatian internet.

Pandangan Downey tentang Media Sosial

Aktor pemeran Tony Stark itu menegaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya menentang media sosial. Namun, ia mengkritik kemudahan seseorang menjadi terkenal tanpa usaha berarti. "Sekarang orang bisa menciptakan ketenaran tanpa benar-benar melakukan banyak hal selain menyalakan kamera ponsel ke dirinya sendiri," ujar Downey dikutip pada Jumat (8/5/2026).

Fenomena Influencer Modern

Downey menyoroti bagaimana platform digital telah mengubah lanskap ketenaran. Ia menekankan pentingnya substansi di balik popularitas. "Yang mengkhawatirkan adalah ketika popularitas datang tanpa keterampilan atau kontribusi nyata," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Downey memiliki 57 juta pengikut Instagram.
  • Ia berbicara dalam podcast Conversations for our Daughters.
  • Kritik terhadap budaya popularitas instan menjadi sorotan utama.

Meski demikian, Downey mengakui bahwa media sosial dapat menjadi alat positif jika digunakan dengan bijak. Ia mencontohkan penggunaannya untuk kampanye sosial dan interaksi dengan penggemar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga