200 Siswa Pentaskan Finding Nemo Versi Musikal di Jakarta
Finding Nemo Versi Musikal Dipentaskan 200 Siswa

Sebanyak 200 siswa dari berbagai sekolah di Jakarta sukses mementaskan drama musikal bertajuk "Finding Nemo" di sebuah gedung pertunjukan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2026). Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas seni yang bertujuan mengembangkan bakat seni serta membangun karakter siswa.

Konsep Musikal yang Unik

Drama musikal ini mengadaptasi film animasi populer Finding Nemo dengan sentuhan baru. Para siswa tidak hanya berakting, tetapi juga menyanyikan lagu-lagu orisinal yang diciptakan khusus untuk pertunjukan. Setiap adegan dirancang untuk menggambarkan petualangan Nemo dan ayahnya, Marlin, dalam mencari satu sama lain di lautan luas.

Menurut sutradara pertunjukan, Agus Wijaya, proses latihan berlangsung selama tiga bulan. "Kami ingin memberikan pengalaman teater yang utuh kepada siswa. Mereka belajar tentang kerja sama, disiplin, dan percaya diri melalui seni pertunjukan," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Pendidikan Karakter

Pertunjukan ini juga menjadi bagian dari program pendidikan karakter di sekolah. Melalui cerita Finding Nemo, siswa diajarkan nilai-nilai seperti keberanian, kesetiaan, dan pentingnya keluarga. "Kami sengaja memilih cerita ini karena pesan moralnya kuat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari," tambah Agus.

Salah satu orang tua siswa, Rina, mengaku bangga melihat anaknya tampil di panggung. "Ini pengalaman luar biasa. Anak saya jadi lebih percaya diri dan belajar mengelola rasa gugup," katanya.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pertunjukan ini mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mengapresiasi inisiatif sekolah dalam mengintegrasikan seni ke dalam kurikulum. Selain itu, beberapa sponsor juga turut mendukung produksi musikal ini, termasuk penyedia kostum dan perlengkapan panggung.

Ke depannya, panitia berencana menggelar pertunjukan serupa secara tahunan dengan tema berbeda. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang dinanti-nanti oleh siswa dan masyarakat," pungkas Agus.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga