JAKARTA - Aktor sekaligus produser eksekutif Iqbaal Ramadhan mengungkapkan kebanggaannya terhadap salah satu aspek teknis paling unik yang dihadirkan dalam film horor terbaru berjudul Monster Pabrik Rambut. Film yang disutradarai oleh Edwin ini menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya melalui penerapan teknik Digital to Film to Digital atau DFD.
Teknik DFD, sebagaimana dijelaskan oleh Iqbaal, merupakan proses produksi di mana proses syuting dilakukan menggunakan kamera digital. Namun, hasil akhir yang telah siap tayang dalam format DCP kemudian dicetak ke rol film dan dipindai ulang menjadi format digital kembali. Proses ini menghasilkan tampilan visual yang khas dan autentik.
Menurut aktor berusia 26 tahun itu, hasil dari teknik DFD adalah pengalaman visual yang terasa seolah-olah penonton sedang menonton film yang direkam sepenuhnya dengan seluloid, namun tetap mempertahankan semua kemudahan dan fleksibilitas produksi digital. Hal ini memberikan nuansa vintage yang kuat tanpa mengorbankan kualitas modern.
Iqbaal menambahkan bahwa teknik ini merupakan salah satu inovasi yang patut diapresiasi dalam industri perfilman Indonesia. Dengan DFD, Monster Pabrik Rambut tidak hanya menawarkan cerita horor yang menegangkan, tetapi juga pengalaman visual yang unik dan berkesan bagi penonton.
Film Monster Pabrik Rambut sendiri mengangkat tema budaya kerja eksploitatif dan abusif di Indonesia, yang sebelumnya telah disinggung oleh Iqbaal. Dengan sentuhan teknis DFD, film ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam genre horor tanah air.



