Sutradara Joko Anwar baru-baru ini mengungkap fakta menarik di balik proses penulisan skenario film terbarunya, Ghost in the Cell. Film bergenre horor-komedi ini ternyata hanya memiliki total 43 adegan, jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan film layar lebar pada umumnya.
Perbedaan Signifikan dengan Film Lain
Joko Anwar menjelaskan bahwa jumlah adegan tersebut tergolong sangat minim. Sebagai perbandingan, sebuah film panjang biasanya memiliki lebih dari 100 adegan. Hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi film terbarunya.
Pernyataan Joko Anwar
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Rabu (29/4/2026), Joko Anwar menyatakan, "Waktu saya nulis skenario Ghost in the Cell, saya sengaja bikin skenario yang berbeda dari film-film saya sebelumnya. Skenarionya hanya 43 scene."
Keputusan ini diambil untuk memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton. Meskipun jumlah adegan sedikit, Joko Anwar memastikan bahwa setiap adegan memiliki dampak yang kuat dan mendukung alur cerita secara efektif.
Pencapaian Film Ghost in the Cell
Sebelumnya, film Ghost in the Cell telah mencatatkan prestasi gemilang. Setelah 13 hari tayang di bioskop, film ini berhasil menembus 2 juta penonton. Kesuksesan ini membuktikan bahwa pendekatan unik dalam penulisan skenario mampu menarik minat penonton.
Dengan jumlah adegan yang lebih sedikit, film ini justru mampu menyajikan cerita yang padat dan menghibur. Para penggemar Joko Anwar tentu menantikan bagaimana eksekusi dari skenario minimalis ini di layar lebar.



