Film Horor Songko Hadirkan Ketakutan yang Berbeda, Bukan Hanya Jumpscare
Songko Hadirkan Horor Berbeda, Bukan Cuma Jumpscare

Film Horor Songko Hadirkan Sensasi Ketakutan yang Berbeda dari Kebanyakan

Di tengah maraknya film horor Indonesia yang sering kali mengandalkan formula jumpscare dan hantu-hantu generik, Songko hadir dengan pendekatan yang segar dan unik. Sutradara Gerald Mamahit dengan tegas menyatakan bahwa karya terbarunya ini tidak sekadar berjualan teror murahan, tetapi menawarkan pengalaman horor yang lebih mendalam dan bermakna.

Fokus pada Horor Psikologis yang Nyata

"Yang membuat Songko terasa berbeda adalah bagaimana ketakutan itu berkembang," ungkap Gerald Mamahit dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin, 20 April 2026. Ia menjelaskan bahwa film ini tidak hanya bergantung pada ketakutan yang berasal dari makhluk gaib, tetapi lebih menekankan pada horor psikologis yang muncul dari interaksi antar manusia.

"Bukan hanya dari makhluknya, tapi dari manusia yang mulai kehilangan rasa percaya satu sama lain. Itu yang kami coba hadirkan, horor yang terasa dekat dan nyata," lanjut sutradara tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan sensasi ketakutan yang lebih autentik dan relatable bagi penonton, berbeda dengan horor konvensional yang hanya mengandalkan kejutan visual.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengangkat Legenda Lokal dengan Sentuhan Modern

Songko juga dikenal karena mengangkat legenda masyarakat Minahasa, menambahkan dimensi budaya yang kaya ke dalam narasi horornya. Hal ini tidak hanya memperkaya cerita, tetapi juga memberikan nuansa lokal yang dapat memperkuat identitas film horor Indonesia di kancah global.

Dengan durasi yang lebih panjang sekitar 20 persen dari artikel asli, penjelasan ini memberikan gambaran lebih komprehensif tentang bagaimana Songko berusaha mendobrak kebiasaan dalam genre horor lokal. Film ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi para penggemar horor yang mencari pengalaman menonton yang lebih berbobot dan tidak sekadar mengejar sensasi sesaat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga