Jimmy Kimmel Buka Suara soal Desakan Pemecatan dari Trump
Jimmy Kimmel Tanggapi Desakan Pemecatan Trump

Pembawa acara Jimmy Kimmel akhirnya buka suara setelah mendapat desakan pemecatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kontroversi ini bermula dari lelucon Kimmel dalam acara Jimmy Kimmel Live! yang menyebut Ibu Negara Melania Trump sebagai “janda yang sedang hamil”.

Lelucon yang Memicu Kontroversi

Pernyataan tersebut disampaikan Kimmel dalam sketsa yang tayang pada 23 April 2026, saat ia berperan sebagai pembawa acara makan malam White House Correspondents’ Dinner. Lelucon itu langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Trump yang mendesak agar Kimmel dipecat.

Insiden Penembakan di Acara Tersebut

Beberapa hari setelah lelucon itu, terjadi insiden penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner pada 25 April 2026. Presiden Donald Trump bersama sejumlah pejabat dievakuasi ke lokasi aman sebelum pelaku berhasil diamankan. Insiden ini semakin memperkeruh suasana dan memicu spekulasi tentang kaitan antara lelucon Kimmel dan peristiwa tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Jimmy Kimmel

Menanggapi desakan pemecatan dari Trump, Kimmel menyatakan bahwa lelucon yang ia sampaikan adalah bagian dari tradisi humor politik yang sudah lama berlangsung di acara tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menghina atau memicu kekerasan. Kimmel meminta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung, namun ia tetap pada pendiriannya bahwa komedi adalah bentuk kebebasan berekspresi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari pihak stasiun televisi mengenai nasib Kimmel. Publik pun terbelah antara yang mendukung kebebasan berpendapat dan yang mengecam lelucon yang dianggap tidak pantas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga