JAKARTA, KOMPAS.com — Lebih dari tiga dekade identik dengan distorsi keras bersama Purgatory, gitaris Lutfi Armia kini melangkah ke babak baru. Bukan dengan meninggalkan akarnya, Lutfi justru memperluas kariernya melalui proyek solo bernama Armia and the Shadows.
Langkah Baru di Tengah Hiatus
Langkah itu tidak lahir dari ambisi sesaat. Di tengah masa hiatus Purgatory, dorongan kreatif dalam diri Lutfi tidak bisa lagi dibendung. Ia merasa perlu menyalurkan ide-ide musik yang telah lama mengendap. Proyek solo ini menjadi wadah bagi Lutfi untuk mengeksplorasi suara dan genre yang mungkin tidak sepenuhnya cocok untuk Purgatory. Namun, ia tetap mempertahankan ciri khasnya yang kuat dan penuh energi.
Armia and the Shadows bukan sekadar nama panggung. Lutfi telah menyiapkan sejumlah materi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Ia juga telah merangkul beberapa musisi lain untuk mengisi posisi di band pendukungnya. Meski demikian, Lutfi menegaskan bahwa Purgatory tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Proyek solo ini hanyalah perluasan dari kreativitasnya, bukan pengganti.
Dalam wawancara terbaru, Lutfi mengungkapkan bahwa ia sangat antusias dengan proyek ini. Ia berharap para penggemar dapat menerima karya barunya dengan pikiran terbuka. Bagi Lutfi, musik adalah medium untuk terus berevolusi tanpa melupakan akar. Dengan Armia and the Shadows, ia ingin menunjukkan bahwa seorang musisi bisa tetap relevan dan inovatif bahkan setelah puluhan tahun berkarier.



