Keluhan Pekerja Soal Rombongan Anak di KRL Jogja-Solo Viral
Keluhan Pekerja Soal Rombongan Anak di KRL Viral

Keluhan pekerja yang harus berbagi tempat di KRL Jogja-Solo dengan rombongan anak-anak menjadi sorotan di kanal Tren Kompas.com sepanjang Sabtu (27/6/2026). Fenomena ini muncul saat musim liburan sekolah, di mana banyak rombongan anak-anak memadati gerbong kereta rel listrik (KRL).

Viral di Media Sosial

Cerita ini bermula dari unggahan seorang pekerja yang mengeluhkan kondisi KRL yang penuh sesak akibat rombongan anak-anak. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa ruang gerak menjadi terbatas dan kenyamanan perjalanan terganggu. Unggahan tersebut langsung mendapat respons luas dari warganet, banyak yang setuju dengan keluhan tersebut.

Musim Liburan Sekolah

Musim liburan sekolah memang kerap menjadi momen padatnya transportasi umum, termasuk KRL. Rombongan anak-anak dari berbagai sekolah sering menggunakan KRL untuk melakukan studi wisata atau kegiatan lainnya. Hal ini menyebabkan gerbong menjadi lebih ramai dari biasanya, terutama di jam-jam sibuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut data dari PT KAI Commuter, jumlah penumpang KRL Jogja-Solo pada musim liburan sekolah meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini sebagian besar disumbang oleh rombongan anak-anak.

Tanggapan Warganet

Warganet terbagi dalam menyikapi keluhan tersebut. Sebagian mendukung keluhan pekerja dan meminta agar ada pengaturan khusus untuk rombongan anak-anak, misalnya dengan menyediakan gerbong khusus. Sebagian lainnya menganggap hal itu sebagai bagian dari dinamika transportasi publik yang harus dimaklumi.

“Sebagai pekerja harian, saya sangat terganggu dengan rombongan anak-anak yang berisik dan memenuhi gerbong. Mereka seharusnya diatur agar tidak mengganggu penumpang lain,” tulis salah satu warganet.

Berita Populer Lainnya

Selain keluhan pekerja tersebut, berita lain yang populer di kanal Tren adalah kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Lebanon. Kesepakatan ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai langkah maju dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Kesepakatan damai tersebut diumumkan setelah serangkaian negosiasi yang difasilitasi oleh PBB. Isi kesepakatan mencakup gencatan senjata dan pembukaan kembali jalur diplomasi antara ketiga negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga