Fenomena Ogah Angkat Telepon: Benarkah Karena Kecemasan?
Fenomena Ogah Angkat Telepon: Benarkah Karena Kecemasan?

Jakarta - Di era digital saat ini, semakin banyak orang yang enggan mengangkat telepon. Berbagai faktor melatarbelakangi fenomena ini, termasuk kecemasan atau anxiety. Benarkah demikian?

Survei Ungkap Kebiasaan Generasi Muda

Uswitch, lembaga riset yang rutin membuat laporan terkait penggunaan ponsel, melakukan survei pada 9-12 April 2024 terhadap 2.000 responden di Inggris, dengan rentang usia 18-34 tahun. Hasilnya, 1 dari 4 anak muda mengaku tidak suka mengangkat telepon. Mereka merasa tidak nyaman saat harus menerima panggilan suara.

Selain itu, 70% responden lebih memilih komunikasi melalui pesan teks atau chat dibandingkan panggilan suara. Sebagian besar dari mereka juga cenderung mengabaikan panggilan dari nomor asing dan akan memeriksa identitas penelepon terlebih dahulu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab Keengganan Mengangkat Telepon

Peneliti menganalisis beberapa penyebab utama keengganan ini. Panggilan telepon sering memicu perasaan cemas dan dikaitkan dengan kabar buruk atau keadaan darurat. Selain itu, ada ketakutan akan salah bicara saat berkomunikasi secara langsung.

Sebanyak 63% responden sengaja tidak mengangkat telepon karena khawatir panggilan tersebut merupakan modus penipuan atau spam telemarketing. Sementara itu, 64% responden mengaku tidak suka bertele-tele dan lebih menyukai komunikasi yang cepat, santai, dan to the point.

Peneliti menilai bahwa generasi saat ini lebih terbiasa dengan komunikasi instan melalui teks, sehingga panggilan telepon dianggap kurang efisien dan mengganggu. Secara umum, survei ini menunjukkan bahwa kecemasan menjadi salah satu faktor utama di balik fenomena ogah angkat telepon.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga