Dokter Ribka Tetap Bertugas di Puskesmas Meski ASN WFH, Ini Alasan dan Tantangannya
Dokter Ribka Tetap Bertugas di Puskesmas Meski ASN WFH

Dokter Ribka Tetap Bertugas di Puskesmas Meski ASN WFH, Ini Alasan dan Tantangannya

Ketika sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) mulai menjalani kebijakan work from home atau WFH, rutinitas yang sama sekali berbeda tetap dijalani oleh Ribka (bukan nama sebenarnya). Sebagai dokter umum di salah satu Puskesmas di wilayah Jakarta Timur, ia justru tetap berdiri tegak di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat. Tugasnya adalah memastikan warga tetap mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan tanpa hambatan.

Pelayanan Kesehatan Tak Bisa Ditunda

Di pagi hari pertama pemberlakuan WFH bagi ASN pada Jumat, 10 April 2026, aktivitas di Puskesmas tempat Ribka bertugas sudah berjalan seperti biasa. Pasien datang silih berganti dengan berbagai keluhan, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan lebih serius. Di antara antrean itu, Ribka bergerak dengan cepat dari satu pasien ke pasien lainnya.

"Pelayanan kesehatan itu tidak bisa ditunda. Pasien tetap datang, dan kami harus tetap ada," ujar Ribka saat berbincang dengan media. Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak berlaku bagi tenaga kesehatan seperti dirinya. Justru di saat sebagian sektor bisa bekerja dari rumah, kebutuhan pelayanan kesehatan tetap harus berjalan langsung di lapangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Vital sebagai Garda Terdepan

Ribka menyadari sepenuhnya bahwa perannya sebagai dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama membuatnya menjadi garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Puskesmas merupakan tempat pertama yang dicari warga ketika membutuhkan pertolongan medis, bahkan untuk kondisi darurat sekalipun. Karena itu, kata WFH sama sekali tidak dikenal dalam kamus pekerjaannya.

Setiap hari, Ribka dan rekan-rekannya harus memastikan segala persiapan pelayanan sudah siap sebelum pasien pertama datang. Aktivitas tersebut meliputi:

  • Mengecek kesiapan ruang periksa dan peralatan medis
  • Berkoordinasi dengan perawat dan staf lainnya
  • Memastikan stok obat-obatan tersedia dengan cukup
  • Menyiapkan dokumen administratif yang diperlukan

Tantangan dan Risiko yang Dihadapi

Tak hanya melayani pasien, Ribka juga harus menjalankan berbagai tugas administratif pelayanan kesehatan, melakukan koordinasi dengan tim, serta memastikan alur pelayanan berjalan lancar meski di tengah keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, tantangan dan risiko dalam pekerjaannya tetap sangat nyata.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi:

  1. Risiko paparan penyakit dari pasien yang datang
  2. Beban kerja yang tidak menentu dan seringkali sangat padat
  3. Tuntutan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan akurat
  4. Keterbatasan fasilitas dan tenaga di Puskesmas

Dalam sehari, jumlah pasien yang datang bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang dengan keluhan yang sangat beragam. Mulai dari penyakit ringan seperti flu dan demam, hingga kasus-kasus yang membutuhkan rujukan segera ke rumah sakit. Selain itu, Ribka juga harus mengerjakan tugas-tugas lain seperti mengisi rekam medis, menyusun laporan harian, serta berkoordinasi untuk program kesehatan masyarakat seperti imunisasi dan pencegahan penyakit.

Komitmen Tak Tergoyahkan

Meski menghadapi berbagai tantangan dan tidak menikmati fleksibilitas WFH seperti ASN lainnya, Ribka tidak melihat pekerjaannya sebagai beban. Justru, ia memaknainya sebagai bentuk pengabdian yang tulus kepada masyarakat. "Ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Mau kondisi seperti apa pun, pelayanan harus tetap jalan," tegasnya dengan penuh keyakinan.

Dia mengaku harus selalu menjaga kewaspadaan tinggi tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan. "Risiko pasti ada, tapi itu sudah jadi bagian dari profesi. Yang penting kita tetap jaga prosedur dan melayani dengan maksimal," ujarnya. Bagi Ribka, yang terlihat oleh masyarakat hanyalah saat dia memeriksa pasien, padahal di balik itu banyak pekerjaan lain yang juga harus diselesaikan dengan baik.

Komitmen dokter seperti Ribka inilah yang menjaga agar pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan meski kebijakan WFH diterapkan bagi ASN. Mereka menjadi penjaga gerbang kesehatan masyarakat yang tak pernah berhenti bekerja, memastikan bahwa akses terhadap layanan medis tetap terbuka bagi semua warga yang membutuhkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga