Wanita di Perancis Alami Kehamilan Palsu dan Lahirkan Bayi Bayangan
Wanita Perancis Alami Kehamilan Palsu dan Bayi Bayangan

Seorang perempuan asal Perancis bernama Clelia Verdier (19) masih mengingat dengan jelas rasa sakit yang tak terlupakan serta momen menegangkan saat ia melahirkan ketiga bayi kembarnya. Ia mengaku masih mengingat kegembiraan saat memeluk ketiga bayi perempuannya untuk pertama kali, sekaligus momen menyedihkan ketika salah satu bayinya meninggal dunia tak lama kemudian.

Kenangan yang Terasa Nyata

Kenangan tersebut terasa begitu nyata bagi Verdier. Ia bahkan mengaku masih dapat mengingat berbagai momen kecil bersama anak-anaknya, mulai dari berjalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan cerita pengantar tidur. Namun, satu hal yang membuat kisah ini berbeda adalah seluruh peristiwa itu tidak pernah benar-benar terjadi.

Fenomena Kehamilan Palsu

Kondisi yang dialami Verdier dikenal sebagai pseudocyesis atau kehamilan palsu, sebuah sindrom di mana seorang perempuan mengalami gejala kehamilan tanpa benar-benar hamil. Gejala ini bisa meliputi perut membesar, mual, nyeri payudara, dan bahkan merasakan gerakan janin. Dalam kasus Verdier, ia juga mengalami persalinan palsu yang sangat realistis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut para ahli, pseudocyesis sering kali dipicu oleh faktor psikologis yang kuat, seperti keinginan mendalam untuk memiliki anak atau trauma kehilangan. Verdier sendiri mengaku bahwa ia sangat menginginkan anak, dan kehamilan palsu ini mungkin merupakan respons psikologis terhadap keinginan tersebut.

Verdier kini telah mendapatkan perawatan psikologis dan mulai pulih dari pengalaman traumatis ini. Ia berharap kisahnya dapat meningkatkan kesadaran tentang fenomena kehamilan palsu dan pentingnya dukungan mental bagi mereka yang mengalaminya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga