Puncak HLUN 2026 di NTT: Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia
Puncak HLUN 2026: Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia NTT

Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung meriah pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur NTT. Acara ini semakin bermakna dengan digelarnya berbagai layanan kesehatan gratis bagi para lansia.

Antusiasme Lansia dalam Layanan Kesehatan

Setelah mengikuti jalan sehat dan senam, para lansia tampak antusias mengikuti serangkaian cek kesehatan, donor darah, fisioterapi, hingga audiometri atau pemeriksaan pendengaran. Semua layanan ini diberikan tanpa biaya sepeser pun.

Layanan kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Puskesmas se-Kota Kupang, RS Bhayangkara, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi dari Wakil Gubernur NTT

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyampaikan bahwa peringatan HLUN 2026 di NTT diisi dengan beragam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 Mei dan direncanakan berakhir pada 31 Mei 2026.

"Selama sebulan penuh, seluruh staf dan jajaran Kementerian Sosial berkolaborasi dengan pemerintah daerah, bergerak menyisir 22 kabupaten/kota di NTT. Mereka turun langsung ke lapangan untuk menghadirkan berbagai program nyata yang berdampak langsung," ujar Johni dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Mei 2026.

Johni juga menyampaikan apresiasi kepada Kemensos dan rasa bangga karena untuk pertama kalinya NTT dipercaya menjadi tuan rumah HLUN 2026. "Pemerintah pusat melalui Kemensos telah memberikan kepercayaan besar kepada pemerintah provinsi NTT untuk melaksanakan HLUN untuk pertama kalinya. Ini adalah kehormatan yang luar biasa," tambahnya.

Pesan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan perhatian kepada kelompok rentan, termasuk lansia.

"Kita senantiasa mengajak bersama-sama masyarakat untuk perhatian, peduli, dan kasih sayang kepada semua keluarga kita, khususnya lansia," kata Supomo ditemui usai kegiatan.

Kesaksian Lansia yang Terbantu

Honimus Tupen, seorang lansia berusia 70 tahun dari Desa Sikumana, mengaku bahagia bisa mengikuti pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan ke depannya.

"Kalau bisa, setiap tahun diadakan seperti ini, karena kita sudah tidak punya penghasilan dan pekerjaan. Kami bisa dapat pengobatan gratis dan alat bantu gratis. Ini sangat membantu," kata Honimus dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Mei 2026.

Hal senada disampaikan oleh Opa Sony, yang juga merasakan manfaat yang sama. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, ia senang bisa berkumpul dan bertemu dengan teman-teman sesama lansia pada peringatan HLUN 2026.

"Ya suka cita lah, senang bisa berkumpul lagi, bisa sama-sama dengan teman-teman lansia yang lain," ujar Sony.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga