Kisah Haru Saodah, Lansia 80 Tahun Selamat dari Kebakaran Kemayoran
Saodah, 80 Tahun, Selamat dari Kebakaran Kemayoran

Saodah, seorang lansia berusia 80 tahun, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik-detik kebakaran yang melanda kawasan Kemayoran Gempol, Pasar Jiung, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6) malam. Peristiwa tragis itu menghanguskan rumah yang ditempatinya bersama keluarga besar.

Detik-Detik Kebakaran

Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Saodah sedang beristirahat di rumah. Ia mendengar keributan dan teriakan "api" dari luar. "Aku lagi tiduran, udah jam 10 malam. Kok rame-rame ada apa, api-api... lari saja," katanya dengan suara bergetar.

Rumah Saodah berada tidak jauh dari titik awal kebakaran. Ketika api mulai mendekat, ia segera memutuskan untuk menyelamatkan diri. "Api udah di pojok, udah dekat saya di pojokan. Jadi saya lari aja kabur," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menyelamatkan Diri dengan Tongkat

Dengan menggunakan tongkat, Saodah berjalan menjauh dari kobaran api yang semakin membesar. Anak-anaknya telah lebih dulu menyelamatkan diri masing-masing. "Anaknya pada lari sendiri-sendiri, kabur sendiri-sendiri. Jadi saya sendirian lari di jalan pakai tongkat," tuturnya.

Ia berjalan hingga akhirnya berhenti di dekat sebuah bajaj. Di sana, ia menunggu keluarganya yang terpisah saat kebakaran terjadi. "Sampai sini, dekat bajaj, aku duduk di bajaj sendirian. Punggung sakit, gemeteran. Terus aku duduk di bajaj, anak saya pada nyari," katanya.

Saodah baru bertemu kembali dengan keluarganya dua jam kemudian, sekitar pukul 12 malam. "Lama, dari jam 10 sampai jam 12," lanjutnya.

Rumah Hangus Tak Bersisa

Rumah Saodah berada tepat di depan titik api. Akibatnya, kobaran api dengan cepat melahap bangunan yang ditempatinya bersama keluarga besar. "Dekat. Ini rumah saya, ini titik api. Rumah Pak RW juga kena," katanya.

Tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan. Seluruh isi rumah, mulai dari kasur hingga perabotan rumah tangga, habis dilalap si jago merah. "Hangus semua. Orang dekat api situ, mana bisa bawa barang. Bawa orang aja aku susah jalannya," ucapnya.

Saodah tinggal bersama sejumlah anggota keluarga di rumah bertingkat tersebut. Di lantai atas terdapat empat kamar yang ditempati anak-anaknya, sementara lantai bawah dihuni dirinya dan beberapa anggota keluarga lain. "Anak saya delapan. Rumahnya tingkat. Yang di atas anak-anak, yang bawah saya sama anak-anak," tuturnya.

Kondisi Fisik dan Emosional

Akibat kejadian itu, Saodah yang baru selesai menjalani operasi punggung mengaku mengalami nyeri pada bagian punggung. Ia sempat mendapat pemeriksaan kesehatan dari petugas medis di lokasi pengungsian. "Ini tulangnya sakit di punggung. Tadi sudah dibawa ke ambulans. Kan saya habis operasi tulang punggung," katanya.

Saat menceritakan kembali peristiwa tersebut, Saodah tak kuasa menahan tangis. Di usianya yang sudah 80 tahun, ia kini harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang ditempatinya bersama anak, cucu, dan cicit telah rata dengan tanah. "Semuanya kebakar," ucapnya pelan sambil menahan air mata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga