Fahira Idris Dukung Kebijakan Nutri-Level, Tekankan Pentingnya Edukasi Publik
Fahira Idris Dukung Kebijakan Nutri-Level, Soroti Edukasi

Fahira Idris Dukung Kebijakan Nutri-Level, Tekankan Pentingnya Edukasi Publik

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencantuman label gizi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Langkah Maju untuk Kesehatan Masyarakat

Fahira Idris, yang juga merupakan pemerhati kesehatan masyarakat, mengungkapkan bahwa kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan ini merupakan terobosan penting. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam produk pangan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

"Ini langkah maju yang sangat penting. Selama ini, banyak masyarakat kesulitan membaca tabel gizi yang kompleks. Dengan Nutri-Level, informasi menjadi lebih sederhana, cepat dipahami, dan langsung berdampak pada pilihan konsumsi," ujar Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Urgensi Tinggi Mengatasi Penyakit Tidak Menular

Senator Jakarta ini menekankan urgensi kebijakan Nutri-Level, mengingat meningkatnya konsumsi gula, garam, dan lemak yang berkontribusi pada melonjaknya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Data menunjukkan bahwa sebagian besar beban pembiayaan kesehatan nasional terkait dengan penyakit yang dipicu oleh pola konsumsi tidak sehat.

Selain itu, tren obesitas dan konsumsi minuman berpemanis terus meningkat, termasuk di kalangan anak-anak, yang berpotensi menimbulkan krisis kesehatan jangka panjang jika tidak diintervensi sejak dini.

Implementasi Lapangan Kunci Keberhasilan

Namun, Fahira mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kualitas implementasi di lapangan. "Label saja tidak cukup. Harus dipastikan masyarakat memahami, industri beradaptasi, dan ekosistem kebijakan berjalan secara utuh," tegasnya.

Tujuh Rekomendasi untuk Efektivitas Kebijakan

Untuk memastikan kebijakan pencantuman label gizi benar-benar efektif dan berdampak signifikan, Fahira Idris menyampaikan tujuh rekomendasi:

  1. Memastikan desain label yang sederhana, kontras, dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok dengan literasi kesehatan yang terbatas.
  2. Memperkuat edukasi publik secara masif dan berkelanjutan mengenai arti label Nutri-Level, agar masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga memahami dan menggunakannya dalam pengambilan keputusan konsumsi.
  3. Mempercepat transisi dari skema sukarela (voluntary) menuju wajib (mandatory) secara terukur, dengan roadmap yang jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
  4. Memperkuat pengawasan dan penegakan aturan, termasuk memastikan tidak ada manipulasi informasi atau praktik yang menyesatkan konsumen.
  5. Mendorong reformulasi produk oleh industri, sehingga label tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga mendorong produsen menghadirkan produk yang lebih sehat.
  6. Mengintegrasikan kebijakan label gizi dengan kebijakan lain seperti pembatasan iklan makanan tidak sehat, edukasi di sekolah, hingga kebijakan fiskal seperti cukai minuman berpemanis.
  7. Memberikan dukungan dan pendampingan bagi pelaku usaha, terutama dalam menghadapi biaya penyesuaian kemasan dan proses produksi, agar kebijakan ini tidak menimbulkan beban berlebihan.

Dampak Jangka Panjang dan Peran Keluarga

Fahira Idris menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar, tidak hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membentuk pola konsumsi sehat sejak dini, terutama di tengah maraknya produk pangan olahan yang menyasar anak-anak.

"Label ini harus menjadi alat bantu bagi keluarga untuk lebih bijak dalam memilih makanan, terutama bagi anak-anak agar terhindar dari risiko penyakit sejak dini," pungkas Fahira Idris, yang juga dikenal sebagai aktivis perlindungan anak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga