Pakar Gizi: Jangan Asal Makan Sarden Kalengan, Ini Cara Benarnya
Pakar Gizi: Jangan Asal Makan Sarden Kalengan

Sarden kalengan merupakan salah satu makanan praktis yang banyak digemari masyarakat. Namun, pakar gizi mengingatkan bahwa konsumsi sarden kalengan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaat gizinya optimal dan risiko kesehatannya minimal.

Pilih Sarden Berkualitas

Langkah pertama adalah memilih produk sarden kalengan yang berkualitas. Perhatikan tanggal kedaluwarsa, kondisi kaleng (tidak penyok atau berkarat), dan label kandungan gizi. Pilih sarden yang rendah garam atau sodium jika memungkinkan.

Perhatikan Kandungan Gizi

Sarden kaya akan omega-3, protein, kalsium, dan vitamin D. Namun, beberapa produk mungkin mengandung tambahan minyak, garam, atau pengawet. Baca label nutrisi dengan saksama untuk menghindari konsumsi natrium berlebihan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cara Menyimpan yang Benar

Setelah kaleng dibuka, sarden harus segera dipindahkan ke wadah kaca atau plastik bertutup dan disimpan di lemari es. Jangan biarkan sarden dalam kaleng terbuka karena dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dan oksidasi logam.

Tips Mengolah Sarden

Untuk mengurangi kadar garam, bilas sarden dengan air bersih sebelum diolah. Sarden bisa ditumis dengan bawang putih, cabai, dan tomat, atau dicampur ke dalam salad, nasi goreng, atau pasta. Hindari menggoreng sarden terlalu lama agar kandungan omega-3 tidak rusak.

Perhatikan Frekuensi Konsumsi

Meskipun bergizi, sarden kalengan sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari karena potensi paparan BPA dari lapisan kaleng dan kandungan natrium yang tinggi. Konsumsi secukupnya, misalnya 1-2 kali seminggu, sebagai bagian dari diet seimbang.

Dengan memperhatikan cara memilih, menyimpan, dan mengolah sarden kalengan, Anda dapat menikmati manfaat gizinya tanpa mengorbankan kesehatan. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga