Perbedaan Ultra Processed Food dan Processed Food Menurut Ahli
Banyak orang mengira bahwa ultra processed food dan processed food adalah hal yang sama. Padahal, menurut para ahli gizi, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami. Processed food adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan minimal, seperti pencucian, pemotongan, atau pembekuan. Contohnya adalah sayuran beku, daging cincang, atau roti gandum utuh. Sementara itu, ultra processed food adalah makanan yang melalui proses industri kompleks dan mengandung banyak bahan tambahan, seperti pengawet, perasa buatan, dan gula tambahan. Contohnya adalah minuman bersoda, keripik kemasan, dan sereal manis.
Dampak Kesehatan Kedua Jenis Makanan
Ahli gizi menekankan bahwa konsumsi ultra processed food secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Sebaliknya, processed food yang minimal masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dipilih dengan bijak. Misalnya, susu pasteurisasi atau yogurt tanpa gula tambahan tetap baik dikonsumsi.
Cara Membedakan dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk membedakan kedua jenis makanan ini, perhatikan label kemasan. Ultra processed food biasanya memiliki daftar bahan yang panjang dan mengandung bahan yang tidak dikenal. Sementara itu, processed food memiliki bahan yang lebih sederhana dan mudah dikenali. Ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi ultra processed food dan memilih makanan segar atau yang diolah minimal.
- Pilih buah dan sayuran segar daripada yang dikalengkan dengan sirup.
- Hindari makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi.
- Perhatikan informasi nilai gizi pada kemasan.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat membuat pilihan yang lebih baik untuk kesehatan jangka panjang.



