Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo, Samuel Roger Kamba, pada Selasa (19/5) menyampaikan perkembangan terbaru wabah Ebola yang melanda negaranya. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional, Kamba mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 131 kematian dan 513 dugaan kasus Ebola. Ia menekankan bahwa angka kematian tersebut merupakan yang teridentifikasi di masyarakat dan belum tentu semuanya terkait Ebola.
Varian Bundibugyo yang Langka
Wabah ini disebabkan oleh varian Ebola langka bernama Bundibugyo, yang hingga saat ini belum memiliki vaksin khusus. Sebagian besar kasus dilaporkan terjadi di provinsi timur laut Ituri dan Kivu Utara, dekat perbatasan Uganda, termasuk kota Bunia dan Butembo. Wilayah terpencil menyulitkan pengujian laboratorium, sementara serangan milisi anti-pemerintah di timur Kongo turut mempersulit upaya penanggulangan.
Rwanda telah menutup perbatasannya dengan Kongo untuk mencegah penyebaran virus. Akhir pekan lalu, otoritas Kongo melaporkan 91 kematian terkait 350 dugaan kasus Ebola.
Status Darurat Internasional
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada akhir pekan lalu. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan kekhawatirannya terhadap skala dan kecepatan epidemi ini. "Saya sangat prihatin dengan skala dan kecepatan epidemi ini," ujarnya pada Selasa (19/5). Ia menambahkan bahwa pusat wabah berada di provinsi Ituri dengan 30 kasus terkonfirmasi laboratorium.
Tedros juga mengonfirmasi bahwa Uganda telah melaporkan dua kasus di Kampala, termasuk satu kematian, yang terkait dengan perjalanan dari Kongo. WHO mengadakan rapat darurat di Jenewa untuk membahas pengadaan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan dan opsi vaksin yang mungkin tersedia.
Vaksin Ervebo sebagai Opsi
Ebola pertama kali teridentifikasi pada 1976, menyebar melalui kontak fisik dan cairan tubuh, serta ditularkan oleh kelelawar buah liar. Penyakit ini menyebabkan pendarahan dan kegagalan organ. Varian Bundibugyo yang langka belum memiliki vaksin atau terapi khusus. Namun, WHO sedang mempertimbangkan penggunaan vaksin Ervebo buatan Merck, yang disetujui untuk varian Zaire dan menunjukkan efek perlindungan terhadap Bundibugyo dalam uji coba hewan. Pada wabah 2014-2015, lebih dari 11.000 orang meninggal akibat varian Zaire di Afrika Barat.
Jerman Rawat Warga AS
Kementerian Kesehatan Jerman mengonfirmasi bahwa pihak berwenang AS meminta bantuan untuk merawat seorang warga AS yang terinfeksi Ebola di Kongo. Pasien diidentifikasi sebagai Peter Stafford, dokter yang bekerja untuk organisasi misi Kristen Serge. Ia akan diisolasi di Rumah Sakit Universitas Charite, Berlin. Stafford mulai menunjukkan gejala akhir pekan lalu dan terkonfirmasi positif pada Minggu.
Satu dokter AS lainnya dipindahkan dari Uganda ke Rumah Sakit Bulovka di Praha, Ceko, setelah kontak dengan pasien Ebola. Dokter tersebut belum menunjukkan gejala dan diperkirakan tiba di Praha pada Rabu (20/5).
Tim Sepak Bola Kongo Tetap Bertanding
Tim nasional sepak bola Republik Demokratik Kongo berencana menjadikan Houston sebagai markas selama Piala Dunia. Pertandingan pembuka Grup K dijadwalkan pada 17 Juni melawan Portugal di Houston, dilanjutkan melawan Kolombia di Zapopan pada 23 Juni, dan melawan Uzbekistan di Atlanta pada 27 Juni. Presiden tuan rumah Piala Dunia Houston, Chris Canetti, menyatakan sedang berkonsultasi dengan FIFA dan pejabat kesehatan, dan belum ada perubahan rencana. Tim dijadwalkan tiba pada 11 Juni.
Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Senin (19/5) menangguhkan masuknya orang yang baru mengunjungi Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan selama 30 hari.



