Seorang ibu di California, Amerika Serikat, mengaku telah menjadi korban penipuan yang merugikannya hingga ribuan dolar AS. Modus penipuan ini bermula dari sebuah telepon yang diterimanya, di mana suara di seberang telepon sangat mirip dengan suara putrinya. Namun, ia kemudian menyadari bahwa suara tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.
Modus Kloning Suara AI
Ibu tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak korban di AS yang tertipu oleh praktik 'kloning suara' berbasis AI. Teknologi AI memungkinkan seseorang untuk membuat replika suara hanya dengan beberapa detik rekaman audio. Hal ini membuka celah bagi para penipu untuk menyamar sebagai orang terdekat korban dan meminta sejumlah uang.
Kerugian Besar Akibat Penipuan AI
Menurut Biro Investigasi Federal AS (FBI), warga Amerika kehilangan lebih dari 893 juta dolar AS (sekitar Rp 15,9 triliun per kurs hari Sabtu, 30/5/2026) akibat penipuan AI pada tahun lalu. Angka tersebut mencakup berbagai jenis penipuan, termasuk serangan kloning suara, email phishing yang dihasilkan AI, penipuan percintaan, dan tipuan lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya teknologi AI yang semakin canggih dan mudah diakses. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap panggilan atau pesan mencurigakan yang meminta informasi pribadi atau transfer uang, meskipun tampak berasal dari orang yang dikenal.



