Polisi Ungkap Penyebab Pengemudi BYD Nyebur ke Kolam Bundaran HI
Polisi telah mengungkap penyebab kecelakaan mobil BYD M6 yang tercebur ke kolam air mancur di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Menurut penyelidikan, insiden ini terjadi karena pengemudi lalai dan kurang berhati-hati dalam mengemudi.
Kelalaian Pengemudi Jadi Faktor Utama
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyatakan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kelalaian atau kurang hati-hati dari pengemudi. "Dugaan sementara penyebab kecelakaan (karena) lalai atau kurang hati-hati," kata Ojo pada Rabu (25/3/2026).
Pengemudi yang terlibat diketahui merupakan seorang pengemudi taksi online dengan pengalaman baru tiga bulan membawa mobil tersebut. Saat kejadian, kendaraan melaju dengan kecepatan 60-70 km/jam. Polisi menegaskan bahwa tidak ada indikasi konsumsi alkohol pada pengemudi.
Kronologi Kecelakaan di Bundaran HI
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Mobil yang dikemudikan oleh KHS awalnya melaju di Jalan MH Thamrin menuju arah utara. Sesampainya di Bundaran HI, mobil bernopol B-1276-UNT diduga kurang hati-hati sehingga menabrak pembatas jalan.
Setelah menabrak pembatas, mobil BYD terpental dan akhirnya tercebur ke dalam kolam air mancur Bundaran HI. Akibat insiden ini, kendaraan mengalami kerusakan dan fasilitas publik di lokasi juga terdampak.
Proses Hukum dan Tanggung Jawab Pengemudi
Saat ini, kendaraan telah diamankan oleh Subdit Gakkum sebagai barang bukti. Pengemudi diwajibkan mengganti kerusakan pada fasilitas publik yang rusak akibat kecelakaan tersebut.
Ojo menjelaskan bahwa kasus ini dikenakan Pasal 310 Undang-Undang ALJ Nomor 22 Tahun 2009. "Ada kewajiban penggantian sarana yang rusak dan akan dihitung oleh Pemprov DKI," sebutnya. Proses evakuasi kendaraan telah selesai dilakukan per pukul 09.00 WIB.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi para pengendara untuk selalu menjaga kewaspadaan dan kehati-hatian saat berkendara, terutama di area ramai seperti Bundaran HI yang merupakan titik vital ibu kota.



