Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Selasa (19/5) sore memicu bencana tanah longsor. Dua orang warga, seorang ibu dan anaknya, dilaporkan hilang tertimbun material longsor.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar M Siboro, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem ini kemudian memicu longsor sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan permukiman warga Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru.
"Dua orang korban dilaporkan terbawa material longsor dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian," ujar AKP Penggar M Siboro.
Identitas Korban
Korban yang belum ditemukan adalah Yasine Gulo (43) dan Sariman Gulo (25), keduanya merupakan warga Kelurahan Wek I. Mereka adalah ibu dan anak yang sedang berada di rumah saat longsor terjadi.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Pencarian terhadap kedua korban telah dilakukan bersama masyarakat setempat. Namun, hingga saat ini kedua korban belum ditemukan. Material longsor yang cukup tebal dan kondisi medan yang sulit menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
"Pencarian terhadap kedua korban telah dilakukan bersama masyarakat setempat. Namun hingga kini kedua korban belum ditemukan," jelas AKP Penggar.
Untuk mempercepat proses evakuasi, petugas menyiapkan penerangan tambahan di lokasi serta mengupayakan pengerahan alat berat. Langkah ini dinilai penting mengingat ketebalan material longsor dan kondisi medan yang menyulitkan.
"Pencarian masih terus dilakukan bersama masyarakat. Kami juga mengupayakan penerangan dan alat berat untuk membantu proses pencarian di lokasi," pungkas AKP Penggar.
Bencana ini menambah daftar panjang kejadian longsor di wilayah Indonesia akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan.



