Rajiv Apresiasi Polda Riau Tangkap Perusak Hutan Mangrove di Meranti
Rajiv Apresiasi Polda Riau Tangkap Perusak Mangrove

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau atas keberhasilan mereka dalam menangkap pelaku perusakan hutan mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelaku diduga mengubah kawasan mangrove menjadi areal produksi arang secara ilegal.

Langkah Tegas Lindungi Ekosistem

Menurut Rajiv, tindakan tegas ini membuktikan komitmen nyata aparat penegak hukum dalam melindungi sumber daya alam dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang selama ini menjadi benteng ekologis bagi masyarakat Riau.

"Saya apresiasi Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dan jajarannya yang membuktikan keseriusannya melindungi ekosistem pesisir dengan menangkap pelaku perusakan hutan mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alarm Serius Kejahatan Lingkungan

Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa pengungkapan kasus perambahan dan pengolahan mangrove menjadi arang ilegal ini menjadi alarm serius bahwa kejahatan lingkungan masih berlangsung dan harus ditangani secara luar biasa. "Ekosistem mangrove sangat vital, karena itu, perusakan mangrove bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi ancaman serius terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir," tegas Anggota Komisi IV asal Dapil Jabar II.

Dukungan Penuh Komisi IV DPR

Rajiv memastikan Komisi IV DPR RI mendukung penuh langkah Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan mafia lingkungan, pemodal, maupun distribusi hasil produksi ilegal yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Seruan untuk Kementerian Kehutanan

Meski demikian, ia menegaskan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) seharusnya menjalin kerja sama lebih erat dengan Kepolisian dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum ekosistem mangrove. "Penegakan hukum ekosistem mangrove seharusnya menjadi tugas utama Kementerian Kehutanan. Saya minta Kemenhut tidak lengah dan perketat pengawasan. Kalau kurang orang, sebaiknya bekerjasamalah dengan kepolisian setempat," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga