Ayah Kandung Jadi Tersangka Aniaya Bocah di Batam, Sempat Pura-pura Minta Bantuan
Ayah Kandung Tersangka Aniaya Bocah Batam, Sempat Minta Bantuan

Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap bocah perempuan berusia 9 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau. Selain ibu tiri korban berinisial VJH (38), ayah kandung korban berinisial RL juga ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan Tersangka Ayah Kandung

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan penetapan tersangka terhadap RL dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan menemukan bukti keterlibatan ayah kandung dalam tindak kekerasan tersebut. "Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Baru selesai gelar perkara," kata Husnul, Senin (22/6/2026).

Menurut Husnul, dari hasil penyidikan diketahui RL tidak hanya mengetahui adanya kekerasan terhadap anaknya, tetapi juga ikut melakukan pemukulan pada kejadian sebelumnya. "Dari hasil pemeriksaan, ayah kandung korban juga ikut memukul pada kejadian sebelumnya, hal itu diperkuat," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bukti Visum dan Peran Ayah

Keterlibatan RL diperkuat dengan hasil visum terhadap korban. Penyidik menemukan adanya luka yang diduga berasal dari tindakan kekerasan yang dilakukan ayah kandung. "Ada bekas luka yang sesuai dengan hasil visum korban. Itu menjadi bagian dari alat bukti yang kami miliki," kata Husnul.

Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menetapkan ibu tiri korban, VJH (38), sebagai tersangka. Perempuan tersebut mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban karena emosi dan kesal.

Pengungkapan Kasus Berawal dari Donasi Palsu

Kasus ini terungkap setelah ayah korban meminta donasi untuk pengobatan anaknya kepada komunitas driver online di Batam. Ketua Umum Komunitas Driver Andalan (Komando) Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan awalnya pihaknya menerima permintaan bantuan dari ayah korban melalui grup relawan. Saat itu, ayah korban mengaku anaknya sakit akibat terjatuh di dekat kamar mandi.

"Jadi bapaknya merupakan anggota kami. Dia mengirim permintaan bantuan untuk makan. Katanya anaknya jatuh di dekat kamar mandi. Tapi waktu saya lihat fotonya, kok bisa sampai bengkak seperti itu. Kami mulai curiga karena lukanya cukup parah," kata Feryandi, Sabtu (20/6/2026).

Kecurigaan komunitas driver tersebut kemudian mendorong pelaporan ke polisi, yang akhirnya mengungkap tindak penganiayaan yang dilakukan oleh kedua orang tua korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga