Dugaan Child Grooming Kepsek SMK di Tangsel: Sasaran Siswi Fatherless
Dugaan Child Grooming Kepsek SMK Tangsel Sasaran Siswi Fatherless

Kepala sekolah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), diduga melakukan praktik child grooming. Modus operandinya menyasar siswi yang kurang mendapat perhatian dari figur ayah atau dikenal dengan istilah fatherless. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.

Pengertian Child Grooming

Komnas Perempuan menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan. Tindakan ini memanfaatkan relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, serta normalisasi perilaku seksual secara bertahap.

Pola Pendekatan Pelaku

Pelaku umumnya memposisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar setia. Mereka memberikan hadiah dan validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara perlahan, serta meminta korban merahasiakan hubungan. Tujuannya mengisolasi anak dari lingkungan pendukung. Pelaku juga memanipulasi rasa bersalah dan ketakutan, hingga akhirnya melakukan ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Dugaan Kasus

Dugaan manipulasi psikologis oleh kepala sekolah SMK swasta itu mencuat setelah sejumlah akun anonim di media sosial mengungkap pola pendekatan pelaku. Disebutkan bahwa pelaku menyasar siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah. Peristiwa ini diduga telah terjadi berulang kali.

Tindakan Pihak Sekolah

Menanggapi viralnya kasus ini, pihak sekolah melalui akun Instagram resmi @letrispamulangofficial menyatakan bahwa kepala sekolah telah dinonaktifkan dari jabatannya. Yayasan bersama manajemen sekolah membentuk tim investigasi untuk mendalami fakta di lapangan.

"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis pernyataan tersebut pada Jumat, 15 Mei 2026.

Komitmen Sekolah

Pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara adil dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Fokus utama saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Proses investigasi internal terus berjalan untuk mengungkap kebenaran.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap relasi antara pendidik dan peserta didik, serta perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga