Penyebab Munculnya 'Pulau Sampah' di Pesisir Jakarta Terungkap
Penyebab 'Pulau Sampah' di Pesisir Jakarta Terungkap

Penyebab Kemunculan 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke

Masalah kebersihan kembali menjadi sorotan di Jakarta setelah munculnya 'pulau sampah' di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Tumpukan sampah yang menyerupai daratan ini ternyata berasal dari wilayah hulu yang terbawa arus sungai hingga ke pantai utara Jakarta. Keberadaan pulau sampah tersebut viral di media sosial pada Kamis (4/6), memperlihatkan hamparan sampah sekitar 600-700 meter dari daratan.

Proses Pembersihan dan Jumlah Sampah yang Diangkut

Petugas gabungan segera dikerahkan untuk membersihkan pulau sampah tersebut. Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan sejak 2 hingga 5 Juni 2026. Dalam empat hari, total 8,8 ton sampah berhasil diangkut. Rinciannya: hari pertama 0,88 ton, hari kedua 1,76 ton, hari ketiga 3,52 ton, dan hari keempat 2,64 ton.

Penyebab Utama: Sampah Kiriman dari Hulu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa sebagian besar sampah merupakan kiriman dari wilayah hulu yang terbawa aliran sungai. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan bahwa tantangan terbesar adalah sampah yang selalu datang dari hulu. Meskipun pembersihan telah dilakukan, sampah dari hulu berpotensi terus menumpuk di pesisir. Oleh karena itu, Pemprov DKI tidak hanya membersihkan di Muara Angke, tetapi juga mencegah sampah bergerak dari hulu dengan mengaktifkan sekat dan saringan sampah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Progres Pembersihan Hampir Rampung

Pembersihan intensif telah dilakukan sejak Rabu (3/6) dan progresnya mencapai sekitar 85-90%. Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas, dua ekskavator amfibi, dan tiga kapal pengangkut sampah. Afan memastikan bahwa seluruh sampah di delta tersebut akan hilang pada Sabtu sore. Setelah pembersihan, Pemprov DKI akan melakukan pemantauan rutin untuk mencegah penumpukan serupa.

Imbauan kepada Masyarakat

Afan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke badan air seperti saluran, kali, waduk, situ, atau embung. Kebiasaan ini tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga berpotensi memicu banjir. "Setop buang sampah sembarangan," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga