Polisi Ungkap Penganiayaan di Menteng Bukan Perampokan Emas
Polisi Ungkap Penganiayaan di Menteng Bukan Perampokan

Jakarta - Kepolisian mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus penganiayaan terhadap seorang pria berinisial MAH di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat. Perampokan emas seberat 500 gram yang sempat dilaporkan ternyata hanya karangan pelaku untuk menutupi aksi percobaan pembunuhan.

Laporan Palsu Perampokan

Awalnya, seorang wanita berinisial T yang menjadi saksi melaporkan bahwa korban MAH menjadi korban perampokan. Bahkan T mengaku kehilangan emas seberat 500 gram. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa T adalah pelaku penganiayaan terhadap MAH. Tidak ada barang yang dicuri, termasuk emas 500 gram.

"Tidak ada (barang yang dicuri)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Jumat (19/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Roby menjelaskan alasan T membuat laporan palsu terkait perampokan. Hal itu dilakukan untuk mengelabui polisi atas penganiayaan yang dilakukannya.

"Jadi, orang yang disampaikan mencuri, berikut barang curian, maupun peristiwa pencuriannya itu, kami duga palsu. Hanya alibi untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya," bebernya.

Kronologi Percobaan Pembunuhan

Polisi mengungkap kronologi kasus percobaan pembunuhan di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan MAH, seorang direktur utama perusahaan IT, terluka parah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, siang hari. Mulanya, korban dan pelaku berada di lantai satu lokasi kejadian.

"Kemudian korban ini sedang bermain game menggunakan virtual reality. Kemudian karena tangannya pelaku ini cedera, dia mengompres tangannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Pelaku kemudian menyiapkan portable power supply dan menyambungkannya dengan kabel. Polisi menyebut korban sempat tersengat listrik hingga terjatuh.

"Kemudian pelaku menggulung dan meminta korban memegang kain tersebut. Nah, kemudian karena korban memegang kain tersebut sehingga tersengat arus listrik dan terjatuh selama kurang lebih enam hingga delapan detik," jelasnya.

Korban kemudian tidak sadarkan diri setelah kejadian itu. Pelaku yang panik kemudian mengambil kuali dari dapur dan memukul kepala dan punggung korban.

"Namun korban masih belum juga tidak sadarkan diri dan melarikan diri ke lantai atas sambil berteriak," sebutnya.

Pelaku kembali mengambil alat setrum. Korban sempat mencoba melarikan diri dan lari ke lantai atas. Namun pelaku mengejarnya dan memerintahkan korban berbaring di kasur sambil membawa alat setrum dan palu.

"Sehingga korban menurut, kemudian pelaku mengambil lagi tabung nitrogen dan memerintahkan korban untuk menghirup selama kurang lebih 10 menit," tuturnya.

"Namun, karena ragu dengan efektivitas metode tersebut, pelaku kemudian menjatuhkan atau memukul tabung nitrogen ke kepala korban sebanyak dua kali yang mengakibatkan luka serius dan pendarahan di bagian kepala," lanjutnya.

Pelaku kemudian turun dan mengambil pisau dapur, lalu menusuk kepala, punggung, dan leher korban. Korban mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga