Santriwati Mamuju Buang Bayi di Belakang Ponpes Usai Ditinggal Pacar yang Menikah
Santriwati Buang Bayi di Ponpes Mamuju Gegara Ditinggal Pacar

Santriwati Mamuju Buang Bayi di Belakang Ponpes Usai Ditinggal Pacar yang Menikah

Aparat kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat bayi di belakang sebuah pondok pesantren di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kejadian tragis ini melibatkan seorang santriwati berinisial HS yang berusia 18 tahun.

Motif Pembuangan Bayi karena Hubungan di Luar Nikah dan Ditinggal Pacar

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, motif utama tindakan HS adalah karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah dengan pacarnya berinisial IT (20). HS merasa sendiri dalam berjuang setelah ditinggalkan oleh IT yang memilih menikah dengan wanita lain saat mengetahui kehamilannya.

"Jadi motifnya karena bayi tersebut hasil hubungan di luar nikah dan perempuan juga merasa dia sendiri yang berjuang," jelas Herman Basir, seperti dilansir dari sumber resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Hubungan dan Kehamilan yang Disembunyikan

HS diketahui menjalin hubungan pacaran dengan IT dan melakukan hubungan badan, yang mengakibatkan kehamilan pada Mei 2025. Perempuan ini menyadari kondisi hamilnya sejak Mei tahun lalu, namun memilih untuk menyembunyikannya dari keluarga dan teman-temannya di pesantren.

Rasa malu yang mendalam menjadi alasan utama HS menyembunyikan kehamilannya. "Jadi dia malu pertama sama keluarga, kemudian sama teman-temannya," papar Herman Basir lebih lanjut.

Puncak Kekecewaan saat Pacar Menikah dengan Wanita Lain

Kekecewaan HS memuncak ketika IT memutuskan untuk menikah dengan perempuan lain pada akhir tahun 2025. Keputusan ini diambil setelah IT mengetahui bahwa HS sedang mengandung anaknya. Situasi ini membuat HS merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan, yang akhirnya mendorongnya untuk mengambil tindakan ekstrem dengan membuang bayi yang baru dilahirkannya.

Insiden ini terjadi di belakang pondok pesantren tempat HS menimba ilmu, menambah kesedihan dan keprihatinan terhadap tragedi yang melibatkan seorang santriwati muda. Polisi telah menangkap HS terkait kasus pembuangan bayi ini dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua fakta yang terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga