Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengungkapkan keheranannya atas lambatnya proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait tabrakan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Hal ini disampaikan dalam rapat Komisi V DPR pada Rabu, 13 Mei 2026.
Lasarus Pertanyakan Lamanya Investigasi
Dalam rapat tersebut, Lasarus menyatakan kebingungannya mengapa investigasi berjalan sangat lambat. "Alasan Pak Menteri (Menhub) ini karena hasil investigasi KNKT belum selesai, saya juga bingung bapak kok lama banget investigasi ini," ujarnya. Menurut Lasarus, kecelakaan kereta seharusnya tidak memerlukan waktu lama untuk diinvestigasi karena instrumen dan saksi masih tersedia, berbeda dengan kecelakaan pesawat yang seringkali menghancurkan badan pesawat.
"Ini kan bukan pesawat yang meledak, itu semua ada di situ, kok pak, instrumennya semuanya ada, orangnya ada, ya kan? Semua bisa tanpa peralatan khusus, ini semua secara kasat mata bisa dilihat, nggak perlu cari kotak hitam juga," tegasnya. Oleh karena itu, Lasarus meminta agar pada rapat berikutnya KNKT memaparkan hasil investigasi secara rinci. "Jadi Pak KNKT, Bapak tidak perlu jawab supaya nggak panjang. Nanti kita minta di rapat berikutnya kami akan agendakan, kami akan konsultasikan dengan Pak Menteri melalui Pak Wamen. Mohon izin Pak Wamen, kapan Pak Menteri dapat mengikuti rapat ini, sampaikan ke kami, kami akan hadirkan," pungkasnya.
Menhub Minta Publik Menunggu Hasil Investigasi KNKT
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi pada Senin, 27 April 2026. Ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam penyelidikan KNKT. Menurut Dudy, proses investigasi yang dilakukan KNKT berjalan menyeluruh dan berbasis fakta di lapangan.
"Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif," ujar Dudy dalam keterangan pada Senin, 4 Mei 2026. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan dini sebelum seluruh data dan temuan dianalisis secara utuh. "Untuk itu, mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," ucapnya.
KNKT Kembangkan Investigasi dengan Simulasi Sistem Persinyalan
Di sisi lain, KNKT terus mengembangkan penyelidikan, termasuk melalui simulasi sistem persinyalan kereta api. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penyebab teknis, terutama terkait cara kerja dan respons sinyal saat kejadian. Simulasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian investigasi pascainsiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur. Hingga kini, sejumlah tahapan lain juga masih berjalan.



