Golkar Panggil Kader DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Golkar Panggil Kader DPRD TTU soal Intimidasi Dokter Icha

Golkar Panggil Kader DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyatakan pihaknya akan segera memanggil kadernya yang menjabat sebagai anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar, terkait dugaan keterlibatan dalam kasus intimidasi yang diduga berujung pada meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha. Nama Lazakar disebut-sebut bersama Veronika Lake dari Fraksi PDIP dan Nobertus Tubani dari Fraksi PKB dalam insiden yang terjadi di RS Leona, TTU.

“Untuk yang kasus NTT, kita akan dalami. Tentu kami sudah tugaskan kepada DPD Provinsi untuk memanggil yang bersangkutan. Tadi malam saya juga ber-WA kepada Ketua DPD Provinsi untuk memanggil dan akan dipanggil secepatnya, bisa jadi hari ini,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sarmuji: Kami Akan Dengar Kedua Sisi Sebelum Beri Sanksi

Sarmuji menegaskan bahwa partainya akan mendalami dugaan keterlibatan Lazakar sebelum menjatuhkan sanksi. “Kita harus juga mendengarkan dari kedua sisi. Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan seperti yang kemarin terjadi,” jelasnya. Dia pun mengingatkan seluruh kader Golkar yang menjabat sebagai pejabat publik untuk tetap rendah hati dan berkelakuan baik. “Seluruh pejabat publik, khususnya yang dari Golkar, hendaknya menjaga diri. Ojo dumeh, jangan mentang-mentang memiliki jabatan yang tinggi kemudian berlaku yang tidak patut kepada orang yang di bawahnya,” tegas Sarmuji.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Veronika Lake Bantah Tudingan Intimidasi

Anggota DPRD TTU dari Fraksi PDIP, Veronika Lake, yang juga disebut dalam kasus ini, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dokter Icha. “Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujarnya kepada Liputan6.com, Minggu (29/6/2026).

Veronika menjelaskan kronologi kejadian versinya. Pada 13 Juni 2026, ia menghadiri kegiatan arisan istri-istri anggota DPRD Kabupaten TTU di Kecamatan Insana. Usai kegiatan, ia pulang ke Kefamenanu dengan menumpang kendaraan bersama dua anggota DPRD lainnya serta seorang istri anggota DPRD. Di tengah perjalanan, Therensius Lazakar mengajak rombongan singgah di RS Leona untuk menjenguk keponakannya yang dirawat di IGD akibat gigitan ular berbisa. “Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang bersama rombongan tersebut. Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya,” katanya.

Perdebatan di RS Leona

Sesampainya di RS Leona, Lazakar dan Norbertus Tubani lebih dulu memasuki ruang perawatan, sementara Veronika masih di depan IGD. Ketika masuk, ia melihat perdebatan antara dua anggota DPRD dan seorang dokter. Veronika kemudian menghampiri pasien untuk melihat kondisinya dan menanyakan tindak lanjut penanganan medis. “Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Veronika juga memberikan penjelasan terkait ucapannya yang menjadi sorotan, yaitu kalimat “panggil wartawan saja”. Ia berdalih pernyataan itu tidak ditujukan kepada dokter secara pribadi, melainkan usulan kepada rekannya agar pelayanan kesehatan di rumah sakit mendapat perhatian publik. “Terkait perkataan ‘panggil wartawan saja’, itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan. Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa tidak lama kemudian pihak manajemen RS Leona bersama dokter lain datang memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan pasien.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga