Klarifikasi Lengkap Korem soal Ajudan Danrem Lari Tanpa Nomor Dada
Klarifikasi Korem soal Ajudan Danrem Lari Tanpa Nomor Dada

Korem 072/Pamungkas menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden yang melibatkan ajudan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan petugas lintasan (marshall) pada ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026. Setelah bertemu dengan panitia penyelenggara, kedua pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan secara damai. Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, dalam pernyataan persnya pada Senin (22/6/2026).

Kronologi Kejadian di Lintasan

Mayor Inf Suwito menjelaskan kronologi keikutsertaan Danrem beserta rombongan dalam lomba lari tersebut. Brigjen TNI Yuniar mengikuti lomba dengan membawa empat tiket umum dan satu tiket undangan Muspida. "Danrem mengikuti event lari ini bersama keluarga, yakni istri, satu anak, dan satu ajudan," kata Suwito. Menurutnya, sejak start, Danrem dan ajudannya telah memakai nomor dada (BIB). Ajudan beberapa kali berlari lebih dulu untuk mengambil foto dan mengenakan jersey resmi dari panitia. Korem menduga BIB ajudan terlepas saat melintasi bagian rute yang padat sehingga tidak disadari. "Kemungkinan saat di jalan padat, nomor dadanya terjatuh dan ajudan tidak menyadarinya," ujar Suwito.

Mediasi dan Permintaan Maaf

Pertemuan antara Korem dan panitia diselenggarakan pada Minggu (21/6/2026) di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta. Dari pertemuan itu, penyelenggara menyatakan permohonan maaf serta berkomitmen menyampaikan klarifikasi resmi di kanal daring. Regional CEO Senior Region Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Iwan Tri Imawan, menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. "Kami meminta maaf juga untuk tim keamanan event yang mungkin tidak mengenali Bapak Danrem 072/Pamungkas dalam pelaksanaan Mandiri Jogja Marathon 2026," kata Iwan. Penyelenggara juga menyesalkan keributan yang kemudian viral di media sosial dan berencana menyampaikan penjelasan terbuka. "Kami akan membuat klarifikasi di media sosial dan media online terkait insiden tersebut," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Permintaan Maaf dari Ajudan dan Marshall

Sebelumnya, melalui video yang dirilis Penerangan Kodam IV/Diponegoro, ajudan Danrem menyampaikan permohonan maaf dan mengakui telah melanggar aturan perlombaan. "Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas dan relawan, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian ini," kata ajudan tersebut. "Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan," ujarnya. Salah satu petugas marshall turut menyampaikan maaf atas tindakannya dan menilai persoalan sudah tuntas. "Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan dan saya menganggap masalah ini telah selesai," kata dia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga