Penembakan Brutal di Stade Jerman Tewaskan 6 Orang, Pelaku Terkait Sengketa Hak Asuh
Penembakan Brutal di Stade Jerman, 6 Tewas Akibat Sengketa Hak Asuh

Seorang pria bersenjata menewaskan enam orang dan melukai satu lainnya di sebuah tempat penampungan ibu dan anak di Kota Stade, Jerman utara, pada Senin (26/6/2026). Peristiwa ini diduga dipicu oleh sengketa hak asuh atas putri kandung pelaku yang masih berusia tiga bulan.

Kronologi Penembakan

Petugas darurat segera menuju lokasi setelah mendapat laporan. Di tempat kejadian, polisi menemukan empat orang telah tewas. Korban kelima meninggal tak lama kemudian, sementara korban keenam mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Satu korban luka lainnya dilaporkan dalam kondisi stabil.

Menurut Kepala Polisi Lueneburg, Kathrin Schuol, pelaku memiliki janji temu dengan para korban untuk membahas pengaturan hak asuh di masa depan bagi putrinya. "Baik sang anak maupun ibunya berada di lokasi kejadian, namun mereka tidak terluka akibat tembakan," ujar Schuol.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban dan Pelaku

Para korban terdiri dari empat wanita dan dua pria, yang seluruhnya merupakan pekerja kesejahteraan anak. Schuol menyebut mereka ditembak "dengan cara yang brutal". Tersangka penembak mencoba melarikan diri dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang wanita berusia 65 tahun, yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan keluarga pelaku.

Polisi berhasil menangkap pelaku setelah pengejaran singkat. Dalam proses penangkapan, polisi melepaskan tembakan ke arah mobil, namun baik pelaku maupun pengemudi tidak terluka. Keduanya kini ditahan oleh pihak kepolisian.

Reaksi Pemerintah

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyebut kabar penembakan tersebut "sangat mengejutkan". "Banyak orang yang mencoba membantu dan melindungi orang lain justru kehilangan nyawa atau terluka. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka," kata Merz.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga