Polisi mengungkapkan fakta di balik peristiwa seorang pria yang diduga preman dipukuli warga di Stasiun Bogor, Jawa Barat. Pria tersebut ternyata bukan preman, melainkan gelandangan yang sempat membanting gitar pengamen karena tidak diberi uang.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo menjelaskan bahwa insiden berawal ketika gelandangan tersebut memalak pengamen di sekitar Stasiun Bogor. Namun, pengamen tidak memberikan uang kepada gelandangan itu. Gelandangan kemudian mengambil gitar milik pengamen dan membantingnya hingga rusak. Tindakan itu memicu keributan yang akhirnya berujung pada pemukulan terhadap gelandangan tersebut oleh warga sekitar.
Keributan pertama kali terjadi di pedestrian Jalan Kapten Muslihat, depan Stasiun Bogor. Gelandangan itu lalu melarikan diri ke Jalan Mayor Oking, tetapi kembali dipukuli warga. Petugas keamanan dalam (PKD) sempat melerai dan mencegah keributan masuk ke area stasiun.
Upaya Mediasi
Setelah dilerai oleh PKD, kedua belah pihak membubarkan diri. Pelaku pengeroyokan pergi ke arah Jembatan Merah, sementara korban berjalan menuju Lapas Jalan Paledang. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi mengatakan bahwa anggotanya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemui korban. Namun, korban yang telah dibawa ke rumah sakit belum bersedia membuat laporan resmi.
Video kejadian tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat seorang pria dipukuli oleh sekelompok orang, sementara seorang petugas keamanan berusaha melerai tetapi tidak berhasil. Peristiwa itu terjadi pada malam hari di sisi kanan Stasiun Bogor, dekat akses Jalan Mayor Oking, dan disaksikan oleh warga serta pengguna jalan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Belum ada laporan resmi dari korban, namun penyelidikan terus dilakukan.



