Survei Litbang Kompas mencatat lonjakan kepercayaan publik terhadap Polri menjadi 82,4 persen. Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej, atau Eddy Hiariej, menilai peningkatan ini merupakan indikator keberhasilan transformasi yang dilakukan institusi kepolisian.
Transformasi Polri Berdampak Positif
"Hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, menjadi indikator bahwa transformasi yang dilakukan telah memberikan dampak positif," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Eddy menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata kerja keras seluruh anggota Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis, transparan, dan responsif. Ia juga menyoroti peran strategis Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar capaian statistik, melainkan cerminan dari kerja keras seluruh jajaran Polri dalam menghadirkan pelayanan yang semakin humanis, transparan, dan responsif," tegasnya.
"Sebagai bagian dari sistem penegakan hukum nasional, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, menegaskan keadilan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Sinergi antarlembaga akan terus menjadi kunci dalam memperkuat supremasi hukum dan mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan," sambung Eddy.
Ucapan Selamat dan Harapan ke Depan
Eddy Hiariej menyampaikan selamat atas peningkatan signifikan kepercayaan publik kepada Polri. Ia berharap kepercayaan yang telah diberikan masyarakat terus dijaga sebagai amanah untuk memberikan pelayanan terbaik.
"Saya Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Indonesia. Teruslah mengabdi dengan integritas, profesionalisme, dan semangat presisi. Semoga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dapat terus dijaga sebagai amanah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara," ungkapnya.
Metodologi Survei Litbang Kompas
Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026 dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error survei sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden diberikan pertanyaan: "Secara umum yakin atau tidak yakinkah Anda kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang?" Hasilnya, 82,4 persen responden menyatakan yakin, 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen menjawab tidak tahu.
Angka kepercayaan publik terhadap Polri pada survei ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri tercatat sebesar 76,2 persen. Survei Litbang Kompas menyimpulkan bahwa publik optimistis Polri akan semakin baik ke depan.



