Kasus Mutilasi di Freezer Kios Ayam Bekasi: Tiga Hal yang Terungkap
Misteri temuan mayat dalam kondisi termutilasi di dalam freezer sebuah kios ayam geprek di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mulai terpecahkan. Korban berinisial AH tewas dibunuh oleh dua orang rekan kerjanya sendiri. Berikut adalah tiga hal penting yang diungkap dalam kasus mengerikan ini.
1. Penangkapan Dua Pelaku di Majalengka
Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku, yaitu Saman (27) dan Aksa (23), di tempat persembunyian mereka di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (29/3/2026). Keduanya diamankan tanpa perlawanan setelah disergap oleh petugas. Penangkapan ini dilakukan dengan cepat setelah mayat korban ditemukan pada Sabtu (28/3) pagi oleh pemilik kios yang baru pulang mudik dari Cilacap, Jawa Tengah.
Pemilik kios tersebut langsung mengecek kondisi usahanya dan terkejut oleh bau menyengat dari lemari pendingin yang terkunci. Saat dibuka, ia menemukan jasad AH terbujur kaku di dalam freezer, dengan kondisi termutilasi di mana tangan dan kaki korban hilang.
2. Sosok Korban yang Dikenal Ramah di Lingkungan
Korban, yang akrab disapa Pak Bedul oleh warga, bukan sekadar pegawai biasa di kios ayam tersebut. Menurut keterangan seorang warga bernama Ali, AH dikenal sebagai sosok yang ramah, ringan tangan dalam arti positif, dan mudah bergaul dengan masyarakat sekitar. Kepergiannya menimbulkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi para pedagang dan warga setempat.
"Orangnya baik, sering mengobrol sama warga dan pedagang lain di sini," ujar Ali, seperti dilansir Antara pada Senin (30/3). Ia mengaku baru mengetahui insiden mengerikan itu ketika suasana di sekitar kios ramai oleh kedatangan petugas kepolisian yang membawa jenazah korban dengan kantung mayat.
3. Temuan Potongan Tubuh Korban di Bogor
Penyidik telah berhasil menemukan potongan tubuh korban yang hilang, yaitu tangan dan kaki, di daerah Cariu, Kabupaten Bogor. Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, membenarkan bahwa seluruh bagian tubuh korban telah ditemukan, sehingga melengkapi proses penyelidikan.
"(Tangan dan kaki korban) sudah ditemukan di daerah Cariu, Bogor. Benar potongan tubuh korban ditemukan semua," jelas Abdul Rahim saat dihubungi wartawan pada Senin (30/3). Temuan ini menjadi langkah penting dalam mengungkap kejahatan brutal tersebut.
Kedua pelaku, Saman dan Aksa, yang merupakan rekan kerja korban, saat ini diamankan di Polda Metro Jaya untuk pengembangan kasus lebih lanjut. Motif pembunuhan ini masih belum terungkap, dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui alasan di balik tindakan keji tersebut. Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan di tempat kerja dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kriminal.



