Kejagung Siapkan 34 Saksi dan 8 Ahli untuk Sidang Korupsi Satelit Kemhan
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyiapkan total 34 saksi dan 8 ahli untuk menghadapi persidangan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan satelit slot orbit 123 derajat bujur timur pada Kementerian Pertahanan (Kemhan) periode 2012-2021. Persiapan ini dilakukan guna membuktikan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan para terdakwa dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut.
Pembuktian Pelanggaran Hukum
Direktur Penuntutan Jampidmil Kejagung, Zet Tadung Allo, menyatakan bahwa seluruh saksi dan ahli akan digunakan untuk meyakinkan majelis hakim bahwa pengadaan tersebut melawan hukum. "Nanti ada 34 saksi yang akan kami periksa, 8 orang ahli yang akan kami pakai untuk meyakinkan majelis hakim bahwa apa yang dilakukan dalam pengadaan barang dan jasa ini melawan hukum," ujar Zet di Pengadilan Militer Tinggi Jakarta, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).
Zet menegaskan bahwa pihaknya akan membuktikan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan seluruh terdakwa, termasuk CEO Navayo International AG, Gabor Kuti Szilard, yang meminta pembayaran tagihan berdasarkan kontrak yang dianggap ilegal. Barang-barang yang diadakan dalam kasus ini disebut tidak berfungsi hingga saat ini, berdasarkan pemeriksaan ahli.
Kerugian Negara dan Status Terdakwa
Kasus ini telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar 21,3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 306,8 miliar, sebagaimana diuraikan dari total pembayaran pokok dan bunga. Terdakwa dalam kasus ini meliputi:
- Laksamana Muda TNI (Purn) Ir Leonardi, MSc, mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan.
- Thomas Anthony Van Der Hayden, warga negara Amerika Serikat.
- Gabor Kuti Szilard, CEO Navayo International AG, yang disidang secara in absentia karena masih berstatus DPO.
Zet menekankan bahwa negara tidak akan membayar tagihan yang didasarkan pada kejahatan. "Kita harus membuktikan bahwa negara tidak wanprestasi dalam hal ini, tapi kami negara tidak akan membayar tagihan yang dilakukan berdasarkan kejahatan, fraud," tegasnya. Ia berharap persidangan berlangsung cepat, murah, dan sederhana dengan asas keterbukaan.
Dampak dan Harapan Kejagung
Persidangan ini diharapkan dapat mengungkap kebenaran dan memulihkan kerugian negara. Dengan menghadirkan puluhan saksi dan ahli, Kejagung berupaya membangun kasus yang kuat untuk memastikan keadilan ditegakkan. Proses hukum ini menjadi perhatian publik mengingat besarnya nilai kerugian dan keterlibatan pihak asing dalam kasus strategis nasional.



