Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas di Indonesia untuk terus menjaga marwah dan citra positif Polantas melalui pelayanan publik yang profesional dan humanis. Imbauan tersebut disampaikan sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hal ini diungkapkan Irjen Agus saat memberikan pengarahan kepada personel Korlantas Polri terkait penguatan pelayanan publik dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Perubahan Wajah Polantas
Menurutnya, perubahan wajah Polantas menjadi lebih baik harus terus dilakukan, baik melalui pelayanan operasional di lapangan maupun pelayanan administrasi kepada masyarakat. “Bagaimana kita bisa menjaga marwah Polantas yang baik, mengubah wajah Polantas yang lebih baik, dan merefleksikan pelayanan publik baik di bidang operasional maupun administrasi lainnya,” ujar Agus, Rabu (13/5). Ia menekankan, seluruh Direktur Lalu Lintas di wilayah harus mampu mengelola personel dengan baik agar pelayanan Polantas semakin profesional serta semakin dipercaya masyarakat.
Pendekatan Humanis
Agus juga menilai, pendekatan humanis yang saat ini dijalankan jajaran Polantas telah mendapatkan respons positif dari masyarakat, termasuk komunitas ojek online. “Saya merasakan bahwa pendekatan Polantas saat ini bukan menggunakan tilang, tapi menggunakan hati,” katanya. Selain itu, Kakorlantas menegaskan bahwa kehadiran Polantas harus mampu memberikan dampak nyata dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dampak yang Diharapkan
Menurutnya, pelayanan yang baik, komunikasi yang humanis, serta kemitraan strategis dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun citra positif Korps Lalu Lintas. Ia berharap seluruh jajaran terus menghadirkan Polantas yang dekat dengan masyarakat melalui semangat menyapa dengan hati dan melayani dengan aksi demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat. Selain itu, budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat juga diharapkan dapat terbangun secara lebih efektif. Polantas tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.



