Keluarga Tupac Shakur Gugat Kematian Tak Wajar, Tuding Konspirasi Kompleks
Keluarga Tupac Shakur Gugat Kematian Tak Wajar

KOMPAS.com – Hampir tiga dekade setelah kematian Tupac Shakur, keluarganya secara resmi mengajukan gugatan kematian tidak wajar yang menuding adanya konspirasi kompleks di balik pembunuhan sang legenda hip-hop. Gugatan tersebut diajukan pada Selasa (28/4/2026) di Los Angeles oleh saudara Tupac, Maurice Shakur, yang kini bertindak sebagai administrator harta warisan keluarga.

Gugatan Kematian Tak Wajar

Dalam dokumen hukum yang diajukan, keluarga menegaskan bahwa kematian Tupac bukan sekadar aksi balas dendam akibat pertikaian di kasino, melainkan bagian dari rencana yang lebih besar dan terorganisir. Keluarga meyakini ada pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam konspirasi untuk membungkam sang rapper.

Latar Belakang Kasus

Tupac Shakur ditembak pada 7 September 1996 di Las Vegas, setelah menghadiri pertandingan tinju antara Mike Tyson dan Bruce Seldon. Insiden itu terjadi di dalam mobil yang dikemudikan oleh Suge Knight, bos Death Row Records. Tupac meninggal dunia enam hari kemudian akibat luka tembak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selama bertahun-tahun, kasus ini menyisakan banyak misteri dan spekulasi. Berbagai teori bermunculan, mulai dari perseteruan dengan rival sesama rapper hingga keterlibatan tokoh industri musik. Gugatan terbaru ini membuka kembali penyelidikan dengan tuduhan yang lebih sistematis.

Pernyataan Keluarga

Maurice Shakur, dalam pernyataannya, menyebut bahwa keluarga tidak akan berhenti mencari keadilan bagi Tupac. “Kami percaya ada konspirasi yang melibatkan lebih dari sekadar individu. Ini adalah jaringan yang dirancang untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.

Gugatan ini juga menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah tokoh, termasuk Sean “Diddy” Combs, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai dalang di balik pembunuhan tersebut. Namun, tuduhan itu belum terbukti secara hukum.

Proses hukum diperkirakan akan berlangsung panjang, mengingat kompleksitas kasus dan waktu yang telah berlalu. Namun, keluarga berharap gugatan ini dapat mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga