Sidang Pembunuhan Kacab Bank: Korban Diduga Masih Hidup saat Dibuang di Bekasi
Sidang Pembunuhan Kacab Bank: Korban Diduga Masih Hidup saat Dibuang

Sidang kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang bank BUMN berinisial MIP (37) kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (11/5/2026). Dalam sidang tersebut, ahli forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Astri Megaratri Pralepda, mengungkapkan temuan mengejutkan: korban diduga masih hidup saat pertama kali diletakkan di lokasi penemuan di Bekasi.

Estimasi Waktu Kematian

Astri menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban diperkirakan meninggal dunia dalam rentang waktu antara pukul 00.45 WIB hingga sekitar pukul 06.45 WIB. Estimasi ini diperoleh dari pemeriksaan luar jenazah yang dilakukan pada 21 Agustus 2025 sekitar pukul 14.45 WIB di instalasi forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Tim forensik memeriksa sejumlah tanda kematian, seperti kondisi kaku mayat, lebam mayat, dan kornea mata korban.

Kondisi Tubuh Korjan

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa tubuh korban belum mengalami kaku mayat secara penuh. "Sendi-sendi tubuh korban masih dapat digerakkan dan lebam mayat masih hilang dengan penekanan," ujar Astri. Berdasarkan indikator forensik tersebut, korban diperkirakan meninggal sekitar delapan hingga 14 jam sebelum pemeriksaan luar dilakukan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kemungkinan Korban Masih Hidup

Keterangan ini menjadi perhatian majelis hakim yang mendalami kemungkinan korban masih dalam keadaan hidup ketika pertama kali diletakkan di lokasi penemuan. Hakim mengaitkan hal tersebut dengan informasi bahwa korban diduga sudah berada di lokasi penemuan sekitar pukul 00.00 WIB hingga 00.30 WIB. Berdasarkan perhitungan waktu kematian, muncul kemungkinan korban belum meninggal saat pertama kali berada di lokasi tersebut. Menanggapi pertanyaan hakim, Astri mengatakan bahwa apabila menggunakan batas maksimal estimasi 14 jam sebelum pemeriksaan, maka ada kemungkinan korban masih hidup saat diletakkan di lokasi penemuan. "Kalau berdasarkan hitungan saya tadi, apabila diletakkan jam 00.00 berarti jenazahnya masih hidup," kata Astri.

Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Tubuh

Namun, Astri menegaskan bahwa ilmu forensik tidak dapat menentukan waktu kematian secara sangat spesifik. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi kondisi tubuh seseorang setelah meninggal dunia, seperti suhu lingkungan, kondisi fisik korban, aktivitas sebelum meninggal, massa otot, hingga lokasi tempat jenazah ditemukan. Dalam kasus ini, korban ditemukan di area semak-semak pada dini hari, sehingga suhu lingkungan yang dingin dinilai cukup berpengaruh terhadap kondisi tubuh korban. "Kondisi dingin bisa memperlambat terjadinya kaku mayat," ucap Astri.

Proses Kaku Mayat

Dalam persidangan, Astri juga memaparkan penjelasan ilmiah mengenai proses kaku mayat atau rigor mortis. Tubuh manusia tidak langsung menjadi kaku setelah meninggal karena masih memiliki cadangan energi berupa ATP pada otot. "Kaku mayat biasanya mulai muncul sekitar dua jam setelah meninggal dan mencapai puncaknya sekitar 12 sampai 13 jam," kata Astri. Namun, proses tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Seseorang yang mengalami aktivitas fisik berat atau perlawanan sebelum meninggal bisa mengalami kaku mayat lebih cepat dibanding orang yang tidak banyak bergerak. Selain itu, suhu tubuh korban juga tidak langsung menjadi dingin sesaat setelah meninggal dunia karena tubuh masih menyimpan panas. "Pada saat sesaat setelah meninggal kita masih memiliki cadangan panas di dalam tubuh sehingga tidak langsung dingin," ucap Astri.

Keterangan ahli forensik ini menjadi salah satu poin penting dalam persidangan karena berkaitan langsung dengan rekonstruksi waktu kematian korban dan kondisi korban saat pertama kali ditemukan warga di wilayah Bekasi pada pagi hari. Sidang selanjutnya dijadwalkan untuk mendengarkan saksi-saksi lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga