WNI Eva Lasrini Tewas di Australia, Dikenang sebagai Ibu Penyayang
WNI Tewas di Australia, Dikenang sebagai Ibu Penyayang

WNI Eva Lasrini Ditemukan Tewas di Australia, Dikenang sebagai Ibu Penyayang

Seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Dandenong, sekitar 36 kilometer dari Melbourne, Australia, ditemukan tewas dalam insiden yang menyedihkan. Eva Lasrini, berusia 53 tahun, dikenang sebagai ibu yang penuh kasih sayang dan diharapkan mendapatkan kehidupan yang aman, bahagia, dan damai.

Kronologi Kejadian dan Penemuan Jenazah

Menurut laporan kepolisian, Eva Lasrini dilaporkan hilang pada hari Kamis, 2 April 2026, setelah kehilangan kontak dengan keluarganya. Pada Sabtu, 4 April 2026 sore, detektif dari Unit Orang Hilang menemukan jenazahnya di sekitar Little River Road dan Princes Freeway di Little River, sekitar 46 kilometer dari pusat kota Melbourne. Polisi menyatakan bahwa jenazah tersebut belum diidentifikasi secara resmi, tetapi diyakini sebagai jenazah Eva yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Penangkapan dan Dakwaan Terduga Pelaku

Seorang pria berusia 67 tahun, Allen Keys, telah ditangkap dan didakwa dengan tuduhan pembunuhan atas kematian Eva Lasrini. Allen ditangkap oleh petugas Kepolisian Victoria di bandara Melbourne pada Jumat, 3 April 2026, sebelum ia terbang ke luar negeri. Ia menjalani persidangan di Pengadilan Magistrat Melbourne pada Sabtu, 5 April 2026, dan ditahan untuk kembali menjalani persidangan pada tanggal 10 Agustus 2026 mendatang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan untuk Anak-anak Eva di Indonesia

Gail Porter, teman dari Eva Lasrini, telah memulai penggalangan dana melalui situs GoFundMe untuk membantu kedua anak Eva, Evindra dan Vanya, yang tinggal di Indonesia dengan dukungan dan sumber daya yang sangat terbatas. Gail menulis bahwa kedua putri tersebut menghadapi kehilangan ibu mereka sepenuhnya sendirian, tanpa keluarga lain yang dapat diandalkan. "Evindra dan Vanya tidak hanya kehilangan ibu mereka, tetapi juga sumber utama cinta dan pendukung mereka," tulisnya.

Peran KJRI dan Pemerintah Australia

Juru bicara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja sama dengan Departemen Dalam Negeri Australia dan Kepolisian Victoria untuk mempercepat proses pemberian visa Australia bagi kedua anak Eva. Eva, yang pindah ke Australia dari Indonesia, pernah menulis di media sosial pada Februari 2026 bahwa ia sedang belajar bahasa Inggris dan antusias untuk memperbaiki diri. "Pemerintah Australia sudah memberi saya kesempatan besar untuk meningkatkan nilai diri dan memperbaiki diri, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu," tulisnya.

Respons dan Investigasi Berlanjut

Kedutaan Besar Indonesia di Canberra telah dihubungi untuk dimintai komentar terkait kasus ini. Investigasi kepolisian masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut motif dan detail di balik kematian Eva Lasrini. Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi warga Indonesia di luar negeri dan dukungan bagi keluarga yang terdampak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga