Mantan Suami Cekik dan Bekap Hingga Tewaskan Wanita di Tangsel, Motif Sakit Hati
Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan seorang wanita berinisial I (49) di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Korban tewas setelah dicekik dan dibekap oleh mantan suaminya, TH alias Bang Tile, dalam insiden yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) malam.
Modus Kejam: Cekik dan Bekap Hingga Korban Meninggal
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, menjelaskan bahwa pelaku melakukan tindakan kejam dengan mencekik leher dan membekap mulut korban hingga korban meninggal dunia. "Pelaku mencekik leher dan membekap mulut korban, sampai korban meninggal dunia," kata Dimitri saat dihubungi pada Sabtu (18/4/2026).
Insiden ini bermula ketika korban dan pelaku keluar dari rumah pada malam hari dan kembali sekitar pukul 00.30 WIB. Tidak lama kemudian, saksi mendengar korban meminta tolong dari dalam kamar, tetapi pelaku menenangkan dengan mengatakan kondisi korban baik-baik saja.
Motif Sakit Hati dan Penangkapan Cepat Pelaku
Dalam pemeriksaan, Bang Tile mengaku sakit hati terhadap mantan istrinya, yang diduga menjadi motif pembunuhan. "Pelaku TH alias Bang Tile, yang merupakan mantan suami korban melakukan pembunuhan diduga karena pelaku sakit hati terhadap korban," ungkap Dimitri. Namun, penyidik masih mendalami motif ini secara intensif untuk memastikan kebenarannya.
Pelaku berhasil ditangkap oleh tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasubdit III Resmob AKBP Resa Fiardi Marasabessy. TH diamankan pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB di kawasan Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Kronologi Kejadian dan Temuan Korban Meninggal
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan kronologi lengkap kejadian. Setelah pelaku kabur dari rumah korban, warga menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. "Setelah pelaku meninggalkan lokasi, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Budi Hermanto.
Kasus ini menyoroti kekerasan dalam rumah tangga yang berujung fatal, dengan polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap semua fakta terkait. Masyarakat diimbau untuk waspada dan melaporkan tindak kekerasan kepada pihak berwajib.



