Nasib Pilu Pedagang Nasi Uduk di Bekasi: Modal Rp 700.000 Raib Digasak Pencuri
Pada pukul 01.00 WIB, ketika sebagian besar warga Kota Bekasi masih terlelap dalam tidur, Atnah (60) sudah memulai ritual hariannya yang tak pernah absen. Di dapur kecil rumah warisan orangtuanya di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, ia berjibaku dengan uap panas nasi uduk, aroma gurih lontong sayur, dan manisnya lopis ketan. Sudah tiga dekade lamanya, Atnah menggantungkan hidup dari kepulan asap dapur tersebut.
Rutinitas yang Berubah Menjadi Pilu
Namun, rutinitas yang ia jalani dengan tekun demi menyambung hidup itu tiba-tiba berubah menjadi pilu pada Selasa (17/2/2026). Modal usaha sebesar Rp 700.000, yang ia kumpulkan dengan peluh dan kerja keras, raib digasak oleh seorang pencuri yang berpura-pura menjadi pembeli. Kejadian ini terjadi di tengah kesibukannya melayani pelanggan, meninggalkan luka mendalam bagi perempuan paruh baya itu.
30 Tahun Berdagang demi Keluarga
Atnah bukanlah pemain baru di dunia kuliner kaki lima. Ia mengaku telah berjualan nasi uduk selama 30 tahun, memulai usahanya dari nol dengan semangat yang berkobar. Dahulu, motivasi utamanya adalah untuk menyekolahkan anak-anaknya, memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. Kini, di usianya yang sudah senja, ia tetap bertahan demi menghidupi keluarga dan mempertahankan warisan kuliner yang telah dibangunnya puluhan tahun.
Kehilangan modal tersebut bukan sekadar kerugian finansial, tetapi juga pukulan emosional bagi Atnah. Uang itu merupakan hasil tabungan kecil-kecilan dari penjualan harian, yang ia rencanakan untuk memperluas usahanya atau sekadar sebagai cadangan di masa sulit. Insiden ini mengingatkan kita akan kerentanan pedagang kecil di tengah hiruk-pikuk kota, yang sering kali menjadi sasaran kejahatan.
Meski tertimpa musibah, Atnah tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak berwajib untuk melindungi pedagang seperti dirinya, serta dukungan dari masyarakat sekitar. Kisahnya menjadi cermin betapa pentingnya solidaritas sosial dalam menjaga keberlangsungan usaha mikro di tengah tantangan kehidupan urban.



