Polisi Ungkap Cairan Detergen dalam Modus Penipuan Black Dollar oleh WNA Liberia
Cairan Detergen dalam Penipuan Black Dollar WNA Liberia

Polisi Ungkap Cairan Detergen dalam Modus Penipuan Black Dollar oleh WNA Liberia

Polisi berhasil mengungkap cairan khusus yang digunakan dalam modus penipuan dolar hitam atau black dollar oleh tiga pelaku asal Liberia. Cairan tersebut ternyata hanya air putih biasa yang dicampur dengan detergen, bukan bahan kimia khusus seperti yang diklaim para pelaku.

Modus Penipuan yang Menipu Korban Korea Selatan

Kasus ini melibatkan korban warga negara asing asal Korea Selatan bernama Lee Byung Ok, yang mengalami kerugian hingga mencapai Rp1,6 miliar. Para pelaku menawarkan cairan tersebut dengan harga ribuan dolar Amerika Serikat, mengklaim dapat melunturkan black dollar menjadi uang dolar asli. "Terlapor menyampaikan dengan tipu muslihatnya bahwa cairan tersebut adalah cairan khusus untuk melunturkan black dollar tersebut supaya menjadi dolar asli," ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Dwi Kennardi.

Proses Penipuan yang Terjadi di Jakarta Barat

Insiden ini berawal pada Agustus 2025, ketika ketiga tersangka bertemu korban di sebuah mall di Jakarta. Mereka menawarkan investasi berupa black dollar dan memperlihatkan uang dolar palsu yang diklaim dapat dibersihkan. Untuk mengantongi kepercayaan korban, para pelaku mencoba mencuci sebagian black dollar dengan cairan detergen, menghasilkan 300 dolar AS yang berhasil ditukarkan. Namun, ini hanyalah trik untuk memuluskan aksi penipuan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Pada September 2025, korban memberikan 50 ribu dolar AS untuk mengambil koper uang yang dikatakan tertahan di Bea Cukai bandara.
  • Para tersangka kembali dengan membawa koper dan jerigen cairan, tetapi hanya sedikit uang yang berhasil dicuci karena cairannya kurang.
  • Korban diminta uang tambahan 62.500 dolar AS untuk membeli cairan baru, tetapi menolak karena tidak memiliki dana.

Pengamanan Tersangka dan Kerugian yang Diderita

Pada Desember 2025, korban akhirnya memberikan 50 ribu dolar AS lagi untuk membeli cairan khusus. Namun, saat mencoba mencuci black dollar di apartemennya, yang muncul hanya potongan kertas berbentuk uang, bukan dolar asli. Atas kejadian ini, korban melaporkan kasusnya ke polisi. Polisi kemudian mengamankan dua tersangka asal Liberia, yaitu IDK alias JK dan SDT alias JP, sementara satu tersangka lainnya, PL alias P, masih buron. Para pelaku disangkakan dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Modus penipuan black dollar ini melibatkan penggunaan kertas berwarna hitam, biru, atau putih yang dilapisi karbon, diklaim sebagai mata uang asing asli yang disamarkan. Pelaku sering berdalih uang tersebut dapat dibersihkan dengan bahan kimia khusus, padahal hanya palsu atau campuran sedikit uang asli. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran investasi yang tidak masuk akal dan memeriksa keaslian transaksi keuangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga