Heboh Pria Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks' di Tangsel, Ternyata Mantan Guru MTs
Pria Sebar Brosur Jasa Oral Seks di Tangsel, Mantan Guru

Heboh Pria Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks' di Tangsel Bikin Resah Warga

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), di mana seorang pria menyebarkan brosur berisi penawaran 'jasa oral seks'. Aksi ini direkam oleh warga setempat dan dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Detil Brosur dan Tanggapan Polisi

Dalam unggahan yang beredar, terlihat pelaku membawa brosur yang mencantumkan tarif untuk 'jasa oral seks' dengan kategori berbeda-beda. Harga yang tertera adalah Rp 20 ribu untuk pelajar, Rp 50 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 100 ribu untuk orang dewasa. Brosur tersebut juga menyertakan nomor kontak pelaku, yang semakin memicu kehebohan.

Polisi pun segera turun tangan menanggapi viralnya kasus ini. Kapolsek Pamulang, AKP Galih Febri Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian di Jalan Batam RT 004 RW 008, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Tangsel. "Kami telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengusut tuntas peristiwa ini," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Awal Mula Pelaku Dipergoki Warga

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika seorang warga sedang membeli bakso dan tiba-tiba dihampiri oleh pelaku. "Pelaku lalu memberikan selembaran kepada warga tersebut yang berisi penawaran berhubungan seks dengan sesama jenis," jelas Galih. Setelah itu, pelaku langsung pergi, namun warga yang merasa kesal kemudian mencoba memancingnya kembali ke lokasi.

Pelaku, yang berinisial IK, akhirnya diamankan oleh warga usai kejadian tersebut. Usut-punya usut, IK ternyata adalah seorang mantan guru di sebuah Madrasah Tsanawiah (MTs) di Depok. Video viral ini diketahui oleh pihak sekolah, yang kemudian memanggil IK untuk dimintai keterangan.

Pelaku Dipecat dari Sekolah dan Diduga Idap HIV

Kepala sekolah MTs tersebut, yang berinisial EF, memutuskan untuk memecat IK karena dianggap mencoreng nama baik sekolah. "IK langsung disanksi PHK dengan Surat Keputusan Nomor: 398/539/MTs.i/S/III/2026," papar Galih. Selain itu, warga yang menggeledah barang milik IK menemukan obat Telado, yang digunakan untuk terapi HIV.

Kapolsek Galih menambahkan bahwa pihak sekolah berencana membawa IK ke dinas kesehatan untuk memeriksa apakah pelaku benar-benar terjangkit penyakit menular. "Jika hasilnya positif, dinas kesehatan akan berkoordinasi untuk melakukan test HIV kepada anak-anak dan guru di sekolah tersebut," ucapnya.

Dalam keterangan terpisah, EF mengungkapkan bahwa IK mengaku mengidap HIV sejak tahun 2014. Namun, dia memastikan bahwa tidak ada guru atau murid yang menjadi korban IK. "Tidak ada pendekatan sama sekali dengan murid di sekolah," sambungnya.

Dampak dan Respons Masyarakat

Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Pamulang dan sekitarnya. Banyak yang merasa terkejut dengan keberanian pelaku dalam menyebarkan brosur semacam itu di area publik. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada tindakan serupa yang terjadi di wilayah lain.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan dan keamanan di lingkungan sekolah serta masyarakat. Dengan viralnya kasus ini, diharapkan dapat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga