Rutan Pelaihari Kalsel Garap 20 Hektare Sawah, Libatkan Warga Binaan untuk Ketahanan Pangan
Rutan Pelaihari Kalsel Garap 20 Hektare Sawah Libatkan Warga Binaan

Rutan Pelaihari Kalsel Garap 20 Hektare Sawah, Libatkan Warga Binaan untuk Pembinaan Produktif

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memulai program penggarapan lahan sawah seluas 20 hektare dengan melibatkan warga binaan secara langsung. Kolaborasi ini dilakukan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tanah Laut, menandai langkah nyata dalam pembinaan produktif yang melampaui sekadar kegiatan simbolis.

Penanaman Padi Perdana di Desa Pagatan Besar

Kegiatan penanaman padi perdana dilaksanakan di Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, dengan dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Tanah Laut Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Achmad Taufik, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalsel, Mulyadi. Menurut Taufik, program ini dirancang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sebelum mereka kembali ke masyarakat.

"Ini merupakan wujud nyata pembinaan produktif agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kedisiplinan," ujar Taufik di Pelaihari, seperti dilaporkan Antara pada Sabtu, 4 April 2026. Dia menekankan bahwa sektor pertanian dipilih karena potensinya yang besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para warga binaan setelah mereka bebas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detail Lahan dan Pendampingan Teknis

Lahan seluas 20 hektare yang digarap terdiri dari 10 hektare lahan hibah dan 10 hektare lahan pinjam pakai, yang akan dikelola secara bertahap dengan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian BPP. Kolaborasi ini memastikan proses budi daya padi berjalan sesuai standar teknis, sehingga hasil panen dapat optimal dan berkelanjutan.

Mulyadi menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian diharapkan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab serta kemandirian mereka. "Kolaborasi ini penting agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berlanjut menjadi kemampuan nyata yang bisa dimanfaatkan warga binaan," jelasnya.

Sinergi dengan Kebijakan Nasional

Program ini juga disinergikan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat cadangan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Taufik menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan cadangan ketahanan pangan nasional. Hal ini menjadi respons terhadap lonjakan permintaan bahan pokok yang sering terjadi jelang hari besar keagamaan, yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga.

Dengan penanaman padi perdana sebagai tahap awal, program ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada produksi pangan daerah, tetapi juga memperkuat fungsi pemasyarakatan berbasis kemandirian. Upaya ini mencerminkan komitmen untuk mengintegrasikan rehabilitasi narapidana dengan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga