10.235 Hijab Pesanan Menteri Agus Andrianto Dikirim ke Korban Bencana Aceh
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh telah menyalurkan bantuan berupa 10.235 helai kerudung atau hijab untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di provinsi tersebut. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto.
Bantuan dari Pesanan Menteri Imimpas
Bantuan hijab ini merupakan mandat dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imimpas), Agus Andrianto. Sebelumnya, Menteri Agus telah meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) atau bengkel keterampilan konveksi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jawa Barat. Dalam kunjungannya pada Kamis, 15 Januari 2026, ia memesan 5.000 potong pakaian dewasa dan 5.000 hijab untuk anak-anak yang terdampak bencana di Sumatera, khususnya Aceh.
"Ada yang mau nyumbang kaus atau apa yang lagi dicetak di sini? Berapa banyak, 5.000 potong? Boleh nggak tambah, tapi tagihannya ke saya. Untuk anak-anak," kata Menteri Agus kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi dan jajaran Lapas Cirebon.
Kebutuhan Hijab untuk Anak-Anak Perempuan
Menteri Agus menjelaskan bahwa ia menerima informasi dari relawan yang berkunjung ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Relawan tersebut melaporkan bahwa anak-anak perempuan di lokasi bencana sangat membutuhkan bantuan hijab, sementara sumbangan baju muslimah untuk dewasa dinilai sudah cukup banyak.
"Karena kayaknya kalau yang nyumbang baju muslimah untuk dewasa cukup banyak. Kalau baju muslimah, hijab untuk yang anak-anak seperti masih belum ada, masih kurang. Saya pesan 5.000 potong ya," ujar Menteri Agus.
Distribusi dan Harapan Jajaran Pemasyarakatan
Dalam pelaksanaannya, ribuan hijab tersebut didistribusikan melalui beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di wilayah Aceh. Kakanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, berharap aksi bantuan ini dapat memperkuat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar, serta meringankan beban korban selama masa pemulihan.
"Kami berharap bantuan kerudung dari Bapak Menteri ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu dan saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Selain meringankan beban, ini adalah cara kami memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antara jajaran Pemasyarakatan dengan masyarakat Aceh," kata Yan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 3 April 2026.
Bantuan ini difokuskan khusus untuk perempuan, termasuk anak-anak, yang menjadi korban bencana alam di Aceh. Dengan total 10.235 hijab yang disalurkan, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas dalam menjaga norma dan kenyamanan berbusana muslimah di tengah proses pemulihan pascabencana.



