Israel Serang Tim Medis di Lebanon Selatan, 4 Paramedis Tewas
Israel Serang Tim Medis di Lebanon, 4 Paramedis Tewas

Israel Serang Tim Medis di Lebanon Selatan, 4 Paramedis Tewas

Jakarta - Militer Israel telah melancarkan tiga serangan beruntun terhadap kru darurat yang sedang menangani misi bantuan kemanusiaan di wilayah Lebanon selatan. Insiden tragis ini mengakibatkan empat paramedis dilaporkan tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan Berturut-turut di Mayfadoun

Dilansir dari laporan CNN pada Kamis (16/4/2026), Kementerian Kesehatan Lebanon menyampaikan bahwa Israel menyerang tim penyelamat sebanyak tiga kali secara berturut-turut di kota Mayfadoun, Lebanon selatan, pada hari Rabu (15/4). Laporan awal menyebutkan tiga paramedis tewas dan enam orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Namun, informasi terbaru dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi empat paramedis. "Kru tersebut sedang dalam misi bantuan setelah serangan yang menargetkan kota tersebut," kata NNA dalam pernyataannya. "Saat mereka berada di daerah tersebut, mereka menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak, yang menyebabkan gugurnya empat paramedis," tambah kantor berita tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konflik yang Meluas dan Korban Jiwa

Pemboman Israel di Lebanon terjadi setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran menembakkan proyektil ke Israel pada 2 Maret. Konflik ini telah menyebabkan kerusakan parah, termasuk meratakan permukiman warga dan memaksa sekitar 1,2 juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Rabu, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.196 orang di Lebanon. Korban jiwa tersebut mencakup 172 anak-anak dan 93 petugas kesehatan yang gugur dalam tugas kemanusiaan mereka. Dalam 24 jam terakhir saja, setidaknya 29 orang tewas di Lebanon, seperti yang ditambahkan oleh kementerian tersebut.

Kutukan dari PBB dan Hukum Internasional

Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) dengan tegas mengutuk serangan terhadap tim medis ini. OHCHR memperingatkan bahwa tenaga medis harus dilindungi berdasarkan hukum internasional yang berlaku dalam konflik bersenjata.

"Menyerang warga sipil secara sengaja sama dengan kejahatan perang. Akuntabilitas sangat penting dalam kasus seperti ini," tulis OHCHR di platform media sosial X pada hari Kamis. Pernyataan ini menegaskan bahwa serangan terhadap pekerja kemanusiaan dan paramedis merupakan pelanggaran serius yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Insiden ini menyoroti eskalasi kekerasan di wilayah tersebut dan dampak buruknya terhadap masyarakat sipil, termasuk para tenaga medis yang berjuang menyelamatkan nyawa di tengah konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga