Pengelola Lapangan Padel Janji Pasang Peredam Suara Usai Warga Keluhkan Kebisingan
Pengelola Lapangan Padel Janji Pasang Peredam Suara

Pengelola Lapangan Padel Janji Pasang Peredam Suara Usai Warga Keluhkan Kebisingan

Seorang warga di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, mengeluhkan kebisingan yang berasal dari lapangan padel di lingkungannya. Pengelola lapangan pun merespons dengan menjanjikan pemasangan peredam suara untuk meredam gangguan tersebut.

Keluhan Warga yang Tak Kunjung Usai

Warga bernama Naufal (27 tahun) mengungkapkan bahwa keluarganya telah berkali-kali melaporkan keluhan kebisingan ini melalui aplikasi JAKI. "Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu," kata Naufal saat ditemui di kediamannya pada Kamis (19/2/2026).

Dia menjelaskan bahwa mediasi dengan pengelola pada 31 Januari lalu tidak membuahkan hasil. Kebisingan tersebut disebabkan oleh suara bola dan teriakan pemain yang kerap terdengar dari pagi hingga larut malam. "Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Naufal menambahkan bahwa meski pengelola berkomitmen membatasi operasional hingga pukul 22.00, masih ada aktivitas hingga larut. Di lingkungannya, tiga rumah dihuni oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun, serta tetangga yang baru melahirkan.

Dampak kebisingan ini sangat serius:

  • Gangguan konsentrasi saat beribadah, mandi, dan bersiap ke kantor.
  • Peningkatan stres dan mudah marah.
  • Ibu Naufal mengalami kenaikan tensi hingga 200, yang dapat diukur secara medis.

Respons Pengelola dan Janji Peredam Suara

Pengelola lapangan padel, PT Kreasi Arena Indonesia yang diwakili oleh Fajar Ediputra, membuka suara usai kritikan di media sosial. Mereka berjanji akan memasang peredam suara untuk menindaklanjuti keluhan warga.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," jelas Fajar kepada wartawan pada Kamis (19/2).

Selain itu, pengelola juga membatasi jam operasional selama bulan puasa, dari pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, yang sebelumnya beroperasi dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. "Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami," tambahnya.

Langkah Tegas dari Pemerintah DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta lapangan padel tersebut diawasi dan siap mengambil langkah tegas. "Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini," ujar Pramono di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Dia mengumumkan bahwa pada pekan depan akan diputuskan nasib lapangan padel tersebut, mengingat lapangan itu tidak disetujui warga dan tidak memiliki izin lengkap. "Besok hari Senin atau Selasa kami akan segera memutuskan bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum. Dan kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat dan kemudian juga izinnya tidak lengkap. Maka pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas," tegasnya.

Dukungan dari Ketua Komisi X DPR RI

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, ikut menanggapi masalah ini. Menurutnya, pengoperasian lapangan padel harus memperhatikan kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

"Aktivitas olahraga tersebut tetap harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan," kata Hetifah ketika dihubungi pada Jumat (20/2/2026).

Hetifah mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan. "Jika diperlukan, pengelola mesti memasang peredam suara serta membatasi jam operasional agar tidak mengganggu warga sekitar," tambahnya.

Dengan janji pemasangan peredam suara dari pengelola dan ancaman langkah tegas dari pemerintah, diharapkan keluhan warga Haji Nawi segera teratasi dan ketertiban lingkungan dapat kembali pulih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga