Universitas Brawijaya (UB) mengambil langkah tegas untuk mencegah praktik joki dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan alat pendeteksi earphone canggih. Alat ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan perangkat elektronik tersembunyi yang sering digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membantu peserta ujian.
Latar Belakang Pencegahan
Praktik joki dalam ujian masuk perguruan tinggi bukanlah hal baru. Namun, dengan semakin canggihnya teknologi, modus operandi yang digunakan juga semakin rumit. Earphone mini atau alat komunikasi lainnya kerap diselundupkan ke dalam ruang ujian. Oleh karena itu, UB berinisiatif untuk mengantisipasi hal tersebut dengan alat deteksi khusus.
Cara Kerja Alat Pendeteksi
Alat pendeteksi earphone yang digunakan UB bekerja dengan memancarkan sinyal elektromagnetik. Ketika ada perangkat elektronik aktif di sekitar peserta, alat ini akan memberikan peringatan. Petugas pengawas kemudian dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Teknologi ini dianggap efektif untuk mendeteksi earphone berukuran sangat kecil yang sulit terlihat secara kasat mata.
- Alat ini dapat menjangkau radius tertentu di sekitar peserta ujian.
- Peringatan diberikan dalam bentuk suara atau getaran pada perangkat petugas.
- Pemeriksaan dilakukan secara acak untuk menjaga kejutan.
Dampak Positif bagi Integritas Ujian
Dengan adanya alat pendeteksi earphone, diharapkan tingkat kecurangan dapat ditekan seminimal mungkin. Integritas UTBK 2026 menjadi prioritas utama UB. Langkah ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan calon mahasiswa. Mereka menilai bahwa upaya pencegahan seperti ini penting untuk menciptakan persaingan yang sehat dan adil.
Langkah Lain yang Dilakukan
Selain menggunakan alat pendeteksi, UB juga melakukan sejumlah langkah lain. Misalnya, memperketat pengawasan di setiap ruang ujian, melakukan briefing kepada pengawas, dan mengimbau peserta untuk tidak tergiur dengan tawaran joki. Sosialisasi mengenai sanksi tegas bagi pelaku kecurangan juga terus digencarkan.
- Peningkatan jumlah pengawas di setiap sesi ujian.
- Pemasangan kamera pengawas di titik-titik strategis.
- Kerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi praktik joki.
Harapan ke Depan
UB berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam menyelenggarakan ujian yang bersih dan transparan. Ke depannya, teknologi deteksi ini mungkin akan dikembangkan lebih lanjut untuk mengantisipasi modus kecurangan yang lebih baru. Komitmen UB dalam menjaga mutu pendidikan tinggi patut diapresiasi.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan UTBK 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan calon mahasiswa yang benar-benar kompeten. Praktik joki yang merugikan banyak pihak harus diberantas demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.



